Soal dan pembahasan laju reaksi kimia pilihan ganda

Advertisement

Kesetimbangan suatu reaksi akan tercapati apabila dalam reaksi ….

  1. Telah dihasilkan produk
  2. Secara makroskopis jumlah mol pereaksi sama dengan jumlah mol hasil
  3. Konsentrasi zat pereaksi sama dengan konsentrasi produk
  4. Laju reaksi ke kanan sama dengan laju reaksi ke kiri
  5. Volume dan tekanan pereaksi sama dengan produk

Pembahasan :

Setelah setimbang, kedua laju reaksi (ke kanan dan ke kiri) sama.

Advertisement

Jawaban : d

Tetapan kesetimbangan dari reaksi SnO2 + 2H2(g) ⇔ Sn(s) + 2H2O(l) adalah ….

  1. Kc = [H2O]2/[H2]2
  2. Kc = [Sn][H2O]2/[Sn][H2]2
  3. Kc = [Sn]/[SnO2]
  4. Kc = [2H2O]/[2H2]
  5. Kc = [H2O]2/[SnO2] [H2]2

Pembahasan:

Reaksi kesetimbangan tersebut adalah reaksi kesetimbangan heterogen. Dalam reaksi tersebut terdapat fase padat dan gas, yang menentukan tetapan kesetimbangan adalah fase gas.

Jadi, Kc = [H2O]2/[H2]2

Jawaban : a

Suatu reaksi Ag2CrO2(s) ⇔ 2Ag+(aq) + CrO42-(aq)

Maka tetapan kesetimbangan dinyatakan sebagai ….

  1. Kc = [Ag+]2[CrO42-]/[ Ag2+ CrO42-]
  2. Kc = [CrO42-]/[ Ag+]2
  3. Kc = [Ag+]2/[ Ag2 CrO4]
  4. Kc = [Ag2CrO4]/[ Ag+]2[CrO42-]
  5. Kc = [Ag+]2[CrO42-]

Pembahasan:

Nilai tetapan kesetimbangan reaksi tidak dipengaruhi oleh fase padat (s) dan fase cair (l). Jadi, dari reaksi tersebut diperoleh, Kc = [Ag+]2[CrO42-].

Jawaban : e

  1. Konsentrasi
  2. Tekanan dan volume
  3. Suhu
  4. Katalis

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pergeseran kesetimbangan reaksi ditunjukkan oleh ….

  1. Semua benar
  2. 2, 3, dan 4
  3. 1, 2, dan 4
  4. 1, 3, dan 4
  5. 1, 2, dan 3

Pembahasan :

Katalis dapat mempercepat tercapainya kesetimbangan reaksi, tetapi tidak dapat menggeser kesetimbangan reaksi.

Jawaban : e

Reaksi kesetimbangan berikut yang tidak mengalami pergeseran kesetimbangan jika volume diperbesar adalah ….

  1. S(s) + O2(g) SO2(g)
  2. CaCO3(s) CaCO2(s) + CO(g)
  3. N2O4(g) 2NO2(g)
  4. 2NO(g) + O2 + H2O(g) CO2(g) + H2(g)
  5. CO(g) + H2O(g) CO2(g) + H2(g)

Pembahasan:

Reaksi di atas yang tidak mengalami pergeseran adalah yang jumlah koefisien kanan dan kirinya sama. Jadi, yang tidak mengalami pergeseran kesetimbangan adalah reaksi

CO(g) + H2O(g) ⇔ CO2(g) + H2(g).

Jawaban : e

Perhatikan pernyataan berikut!

  1. Suhu diturunkan
  2. Konsentrasi CO diperbesar
  3. Volume diperbesar
  4. Tekanan diperbesar

Pernyataan yang sesuai agar reaksi

Fe2O3(s) + 3(CO(g) ⇔ 2Fe(s) + 3CO2(g) H = -90 kJ

Menjadi lebih sempurna berjalan ke arah produksi adalah ….

  1. 1, 2, 3
  2. 1 dan 4
  3. 2 dan 4
  4. 4 saja
  5. Semua benar

Pembahasan:

Jika tekanan diperkecil (volume diperbesar), kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya lebih besar. Jika konsentrasi pereaksi diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke kanan (produk).

Jawaban: a

Berikut ini adalah reaksi kesetimbangan.

2SO2(g) + O2 ⇔ 2SO3(g) H = -17,8 kJ

Gambar partikel pada keadaan kesetimbangan mula-mula adalah sebagai berikut.

.

Jika tekanan diperbesar, maka gambar partikel pereaksi kesetimbangan sesaat yang baru adalah ….

Pembahasan :

Bila tekanan diperbesar, maka kesetimbangan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya lebih kecil (produk).

Jawaban : b

Data percobaan reaksi kesetimbangan 2SO2(g) + O2 ⇔ 2SO3(g)

Volume Konsentrasi pada kesetimbangan
SO2

O2

SO3

1L

1L

1L

0,4 mol L-1

0,7 mol L-1

0,6 mol L-1

Besarnya tetapan kesetimbangan (Kc) pada 25oC (mol L-1) adalah ….

  1. (0,4)2/((0,6)(0,7))
  2. (0,6)2/((0,4)(0,7))
  3. (0,6)/((0,4)(0,7))
  4. (0,7)2/((0,6)2(0,7))
  5. (0,7)2/((0,6)(0,4))

Pembahasan :

Tetapan kesetimbangan (Kc) reaksi:

(Kc) = (So2)2/((SO2)2(O2)) = (0,6)2/((0,4)2(0,7))

Jadi, (Kc) = (0,6)2/((0,4)2(0,7))

Jawaban : b

Dalam wadah 1 L, dicampurkan sebanyak 4 mol gas NO dan 0,9 mol gas CO2 dan terjadi kesetimbangan

NO(g) + CO2(g) NO2(g) + CO(g)

Jika pada saat kesetimbangan terdapat 0,1 mol gas CO2, maka nilai Kc reaksi tersebut adalah ….

  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 8

Pembahasan :

Reaksi         NO + CO2 ⇔ NO2 + CO

Mula-mula  4        0,9         –       –

Bereaksi      0,8     0,8      0,8   0,8

Sisa                3,2    0,1      0,8   0,8

Kc = ([NO2][CO])/([NO][CO2]) = [(0,8mol/1L)( 0,8mol/1L)]/[(3,2mol/1L)(0,1mol/1L)]

= 0,64/0,32 = 2

Jadi, nilai Kc = 2

Jawaban : b

Dalam wadah 1 L terdapat kesetimbangan antara gas N2, H2, dan NH3 sesuai persamaan reaksi

2NH3(g) 2SO2(g) + O2(g)

Pada kesetimbangan tersebut terdapat 0,01 mL N2, 0,01 mol H2 dan 0,05 mol NH3. Nilai tetapan kesetimbangan reaksi adalah ….

  1. 2 x 10-8
  2. 4 x 10-6
  3. 5 x 10-10
  4. 2 x 10-8
  5. 2 x 10-10

Pembahasan :

Kc = [N2][H2]3/[NH3]2

Jadi, Kc = 4 x 10-6

Jawaban : b

Reaksi penguaraian

2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g)

Memiliki kesetimbangan K = 0,025 mol L-1 pada suhu tertentu untuk dapat membatasi penguraian 2 mol L-1SO3 sampai 20% saja, pada suhu tersebut perlu ditambah gas O2 sebanyak ….

  1. 0,8 mol L-1
  2. 0,4 mol L-1
  3. 0,2 mol L-1
  4. 0,1mol L-1
  5. 0,0625 mol L-1

Pembahasan:

Konsentrasi SO3 yang terurai = (20/100) x 2 M = 0,4 M

Reaksi          2SO2 ⇔ 2SO2 + O2

Mula-mula     2             –         –

Bereaksi         0,4          0,4   0,4

Sisa                  1,6           0,4   0,2

Jadi, gas O2 yang perlu ditambahkan adalah sebesar 0,2 N atau 0,2 mol L-1

Jawaban : c

Diketahui reaksi kesetimbangan

2NH3(g) N2(g) + 3H2(g)

pada suhu 27oC mempunyai nilai Kp = 2,46 atm. Harga Kc reaksi tersebut adalah ….

  1. 2,46 x (0,082 x 300)1
  2. 2,46 x (0,082 x 300)3
  3. 2,46 x (0,082 x 300)2
  4. 2,46 x (0,082 x 300)
  5. (0,082 x 300)2/2,46

Pembahasan:

Kp = Kc x (R x T)koefisien koefisien R

2,46 = Kc x (0,082 x 300)(1+3)-2

2,46 = Kc x (0,082 x 300)2

Kc = 2,46/(0,082 x 300)2

Jadi, Kc = 2,46/(0,082 x 300)2

Jawaban : c

Pemanasan natrium bikarbonat akan menghasilkan CO2 menurut reaksi

2NaHCO3(s) ⇔ Na2CO3(s) + CO2(g) + H2O(l)

Jika pada 125oC nilai Kp untuk reaksi tersebut adalah 0,25, maka tekanan parsial (atm) karbondioksida dan uap air pada sistem kesetimbangan adalah ….

  1. 0,25
  2. 0,50
  3. 1,00
  4. 2,00
  5. 4,00

Pembahasan:

Karena koefisien CO2 dan H2O sama, maka tekanan parsialnya juga sama.

Tekananan parsial CO2 dan H2O = 0,50 atm.

Kp = pCO2 x pH2O

0,25 = a x a

a2 = -,25

a = (0,25) = 0,5

Jawaban : b

Pada reaksi 2A2(g) + B2 ⇔ 2A2B(g), diketahui tekanan parsial A2 = 5 atm.

Tetapan kesetimbangan parsial (Kp) reaksi tersebut adalah ….

  1. 0,016
  2. 0,16
  3. 1,6
  4. 16
  5. 160

Pembahasan :

Kp = (pA2B)2/((pA2)2(pB2) = (20)2/((5)2(10)) = 400/250 = 1,6

Jadi, Kp = 1,6

Jawaban : c

  1. Dalam reaksi kesetimbangan

2SO2(g) + O2(g) ⇔ 2SO3(g)

Memiliki nilai Kp = 10 x 10-9 pada 1.0300C.

Jika mula-mula mol oksigen = mol sulfur oksida, maka yang menyatakan benar di saat kesetimbangan pada volume tetap dan suhu 1.0300C adalah ….

  1. Tetapan campuran naik
  2. Harga Kp > Kc
  3. Jumlah mol SO3 pada kesetimbangan adalah 2 kali jumlah mol oksigen mula-mula
  4. Jumlah mol SO3 pada kesetimbangan tergantung pada volume wadah reaksi.

Pembahasan :

Misal mol O2 = mol SO2 = 1 mol

Reaksi 2SO2(g) + O2(g) ⇔ 2SO3(g)

Mula-mula 1 mol 1 mol –

Reaksi 1 mol 0,5 mol 1 mol

Kp = 10 x 10-9

Hal itu menyebabkan tekanan campuran turun.

Kp = Kc (RT)n

Kp = Kc (RT)2-3

Kp = Kc (RT)-1

Kp = Kc/(RT)

Sehingga Kp < Kc

  • Saat setimbang, jumlah mol SO3 = 1 mol
  • Sedangkan mol O2 mula-mula = 1 mol

M =n/v = jumlah mol/volume wadah

n = M x V

sehingga jumlah mol tergantung pada volume wadah.

Jawaban : d

Reaksi

PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g)

memiliki Kp 1,25 pada suhu 1500C. Pada suhu tersebut, tekanan parsial dari gas PCl3 dan gas PCl2 pada keadaan setimbang adalah 0,90 atm dan 0,75 atm. Tekanan parsial gas Cl2(dalam atom) adalah ….

  1. 0,15
  2. 0,75
  3. 0,90
  4. 1,50
  5. 1,65

Pembahasan:

Kp = PPCl x PCl2 / PCl5

1,25 =( 0,75 x a)/0,90 = (1,25×0,90)/0,75 = 1,5

Jadi, tekanan parsial gas Cl2 = 1,50 atm.

Jawaban : d

Pada suhu dan volume tertentu HI(g) terurai menjadi H2(g) dan I2(g) dengan nilai derajat disosiasi sebesar 0,4. Jika tekanan total gas setelah kesetimbangan tercapai adalah 1 atm, maka tetapan kesetimbangan parsial (Kp) adalah ….

  1. 1/3
  2. 1/6
  3. 1/9
  4. 1/12
  5. 1/18

Pembahasan :

Misal mol HI mula-mula = 1 mol

Reaksi

                      2HI(g) ⇔ H2(g) + I2(g)

Mula-mula     1            0,2      0,2

Bereaksi             0,4     0,2      0,2

Sisa                      0,6      0,2    0,2

P =( mol sisa/mol total) x tekanan total

PHI = [0,6/(0,6+0,2+0,2)] x 1 atm = 0,6 atm

PH2 = [0,2/(0,6+0,2+0,2)] x 1 atm = 0,2 atm

PH2 = PI2 = 0,2 atm

Kp = [(P(H2)xP(I2))/(P(HI))2] = (0,2×0,2)/(0,6)2 = 0,04/0,36 = 0,01/0,09 = 1/9

Jawaban : c

Pada suhu dan volume tetap, 1 mol PCl5(g) terurai menjadi PCl3(g) dan Cl2(g). Jika tetapan kesetimbangan (Kp) adalah 4/15 dan setelah kesetimbangan tercapai tekanan total menjadi 1,4 atm, maka derajat PCl3 adalah ….

  1. 20%
  2. 30%
  3. 40%
  4. 50%
  5. 60%

Pembahasan :

Misal, mol PCl5 mula-mula = 1 mol

Reaksi:

                      PCl5(g) ⇔  PCl3(g) + Cl2(g)

Mula-mula  1                  0,2          0,2

Bereaksi        x                  x             x

Sisa                 1 x                x           x

P =( mol sisa/mol total) x tekanan total

PPCl5 = [1x/(1x+x+x)]x 1,4 atm = [(1,4(1x))/ 1+x] atm

PPCl5 = [x/(1+x)]x 1,4 atm = [(1,4x)/ 1+x] atm

Kp = (PPCl3 x PPCl2)/ PPCl5

4(1x2) = 15(1,4x2)

4 – 4x2 = 21x2

0 = 25x2 – 4

25x2 – 4 = 0 (5x – 2)(5x +2)

5x = 2 x = 0,4

Jadi, derajat disosiasi PCl3 = (0,4/1) x 100% = 40%

Jawaban : c

Pada suhu T setimbang suatu ruangan terjadi reaksi dapat balik sebagai berikut.

N2(g) + 2H2(g) ⇔  2NH3(g)

Jika pada keadaan setimbang terdapat 1 mol N2, 2 mol H2, dan 1 mol NH3, serta tekanan total gas adalah 10 atm, maka nilai Kp rekasi tersebut adalah ….

  1. ½
  2. 1/5
  3. 1/9
  4. 1/20
  5. 1/50

Pembahasan:

P N2 =( 1/(1+2+1)) x 10 atm = 2,5 atm

P H2 = (2/4)x10 atm = 5 atm

P NH3 = (1/4)x10 atm = 2,5 atm

Kp = [(P(NH3))2/(P(N2)(P(H2)3)) = (2,5)2/((2,5)(5)3) = (6,25)/(312,5) = 1/50

Jadi, Kp = 1/50

Dalam reaksi kesetimbangan

PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g)

Jika reaksi molekul PCl5 yang terdisosiasi untuk mencapai kesetimbangan adalah α dan tekanan gas total pada kesetimbangan adalah , maka nilai Kp ….

  1. α/1-α
  2. α2/1-α
  3. α2/1-α
  4. α/1-α2
  5. α2/1-α2

Pembahasan :

Misal, mol PCl5 mula-mula = 1 mol

Reaksi                  PCl5(g) ⇔  PCl3(g) + Cl2(g)

Mula-mula                 1                –           –

Bereaksi                     α                α          α

Sisa                          1 – α            α            α

PPCl5 = 1 – α/(1 – α+α+α)

PPCl5 = (α/1+α)x = α/1+α

PPCl5 =( α/1+α)x = α/1+α

Jadi, Kp = α2/1-α2

perhatikan beberapa reaksi berikut!

  1. PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g)
  2. 4HBr(g) + O2(g) 2H2O(l) + 2Br2(g)
  3. 2Cl2(g) + 2H2O(l) 4HCl(g) + O2(g)
  4. N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)

Dari beberapa reaksi kesetimbangan tersebut yang menghasilkan produk lebih sedikit jika tekanan diperbesar ditunjukkan oleh nomor ….

  1. 1, 2, dan 3
  2. 1 dan 3
  3. 2 dan 4
  4. 4 saja
  5. Semua benar

Pembahasan :

Bila tekanan diperbesar, maka tetapan akan bergeser ke yang jumlah koefisiennya lebih kecil. Jika reaksi yang menghasilkan produk lebih sedikit, maka kesetimbangan reaksi bergeser ke arah pereaksi. Jika tekanan diperbesar, maka reaksi yang bergeser ke arah kiri (pereaksi) adalah nomor 1 dan 3.

Jawaban : b

Sebanyak 160 gram SO3 (Mr = 80) dipanaskan dalam wadah 1 L

2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g)

Pada saat setimbang, mol SO3 = mol O2 = 2 : 3, maka jumlah SO3 yang terurai sebanyak ….

  1. 25%
  2. 30%
  3. 50%
  4. 75%
  5. 80%

Pembahasan :

Pada saat setimbang, mol SO3 = mol O2 = 2 : 3.

Misalkan mol SO3 = 2 mol dan mol O2 = 3 mol.

Reaksi              2SO3(g) ⇔ 2SO2(g) + O2(g)

Mula-mula         8                  –              –

Bereaksi             6                  6            3

Sisa                      2                 6           3

Jadi, SO3 yang terurai = 6 mol = (6 mol/8 mol) x 100% = 75%

Jawaban : d

Bila suatu reaksi

2HI(g) ⇔  H2(g) + I2(g)

Sebanyak 2 mol gas HI dipanaskan dalam wadah 1 L. Pada saat setimbang, sebanyak 0,5 mol gas H2 dihasilkan, maka tetapan kesetimbangan (Kc) reaksi besarnya ….

  1. 0,25
  2. 1,0
  3. 0,15
  4. 1,5
  5. 0,5

Pembahasan:

Reaksi              2HI(g) ⇔ H2(g) + I2(g)

Mula-mula         2              –        –

Bereaksi             1             0,5       0,5

Sisa                    1               0,5       0,5

Pada kesetimbangan:

(HI) = 1 mol/1 L = 1 M

(H2) = 0,5 mol/1 L = 0,5 M

(I2) = (H2)(I2)/(HI)2 = (0,5)(0,5)/(1)2 = 0,25/1 = 0,25

Jadi, Kc = 0,25

Jawaban : a

  1. Perhatikan reaksi kesetimbangan berikut!

Ag+(aq) + Fe2+(aq) ⇔ Ag(s) + Fe3+(aq)

H = -65,7 kJ

Langkah-langkah di bawah yang tidak menyebabkan jumlah produk bertambah banyak adalah ….

  1. Tekanan diperbesar
  2. Menurunkan suhu
  3. Menambahkan konsentrasi Fe2+
  4. Menambah konsentrasi Ag+
  5. Menambah konsentrasi Fe2+ dan Ag+

Pembahasan :

Reaksi kesetimbangan tersebut memiliki jumlah yang sama anatara ruas kiri dan kanan, sehingga bila tekanan diperbesar, kesetimbangan reaksi tidak akan bergeser.

Jawaban : a

Menurut reaksi

2So2(g) + O2 ⇔ 2SO3(g)

Bila mula-mula terdapat 10 mL O2 dan 20 mL SO2 dan volume akhir sistem adalah 25 mL, maka volume SO3 yang terbentuk sebanyak ….

  1. 30 mL
  2. 20 mL
  3. 15 mL
  4. 10 mL
  5. 5 mL

Pembahasan :

Reaksi                 2SO2(g) + O2(g) ⇔ 2SO3(g)

Mula-mula          20             10              –

Bereaksi                 2a             a          2a

Sisa                         20-2a         10-a        2a

Pada saat setimbang:

Volume sistem = 20–2a + 10–a + 2a

25 mL = 30 – a

a = (30 – 25) mL

= 5 mL

Volume SO3 yang dihasilkan = 2a = 2 x 5 mL = 10 mL

Jawaban : d

Advertisement

Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *