3 Tujuan sosialisasi sebagai proses sosial

Sosiologi adalah suatu disiplin induk ilmu-ilmu sosial. Sebagai suatu disiplin ilmu, sosiologi mengkaji semua bentuk dan berbagai tingkatan analisis, berbagai unit sosial mulai dari tingkatan mikro, seperti keluarga dan kelompok primer, tingkatan mesa seperti organisasi, perusahaan, dan suatu komuniti hingga tingkatkan makro, seperti negara dan masyarakat.
Advertisement

Anggapan dasar sosiologi adalah apapun masalah yang dihadapi manusia, semuanya memiliki pra-syarat sosial, penyebab langsung dan tidak langsung, serta konsekuensi dan implikasi sosial. Sosialisasi di antara individu bertujuan untuk berbagai hal sebagai berikut.

a. Sosialisasi merupakan proses panjang dari interaksi sosial yang terus-menerus. Sosialisasi juga sebagai tempat individu memperoleh identitasdiri secara fisik, mental, dan kemampuan sosial yang dibutuhkan untuk bertahan di masyarakat. Hal tersebut merupakan mata rantai esensial antara individu dan masyarakat.

b. Sosialisasi memungkinkan seseorang untuk mengembangkan potensi sisi kemanusiaan serta belajar cara berpikir, berbicara, dan bertindak yang dibutuhkan dalam kehidupan sosial.

Advertisement

c. Sosialisasi merupakan kebutuhan individu untuk bertahan dan berkembang. Banyak orang yang mengedepankan kebutuhan materi dan sosial untuk menunjukkan identitas pribadinya.

Selama tiga tahun pertama dalam kehidupan, manusia mulai:

1) membangun identitas kepribad ian unik;
2) mengembangkan kemampuan memanipulasi berbagai hal untuk berjalan;
3) mendapatkan kepintaran kognitif untuk berpikir;
4) menganalisis berbagai situasi yang luas, belajar efektif, dan kemampuan berkomunikasi.

Sosialisasi juga penting untuk bertahan dalam stabilitas masyarakat. Anggota masyarakat harus bersosialisasi untuk mendukung dan menegakkan struktur sosial yang ada. Proses sosialisasi ini akan efektif ketika manusia menyesuaikan diri dengan norma masyarakat. Masyarakat percaya bahwa hal ini merupakan bagian terbaik dari sebuah tindakan yang dilakukan. Sosialisasi memungkinkan masyarakat untuk “meniru” tindakan orang lain untuk diri sendiri dengan menilai kebudayaannya sendiri dari satu generasi ke generasi yang akan datang.


Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *