5 Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

Perbedaan ras dan agama

Mobilitas sosial dapat terhambat karena faktor ras dan agama. Perbedaan ras menimbulkan perbedaan status sosial. Berikut ini beberapa contohnya.
Advertisement

1. Perbedaan tingkat ras yang pernah terjadi di Afrika Selatan. Ras berkulit putih berkuasa dan tidak memberi kesempatan kepada mereka yang berkulit hitam berada di pemerintahan sebagai penguasa. Namun, setelah politik apartheid berakhir, Nelson Mandela dari kalangan kulit hitam menjadi Presiden Afrika Selatan.

2. Sistem kasta di India. Sistem tersebut tidak memungkinkan seseorang yang berasal dari kasta rendah dapat naik ke kasta yang paling tinggi.
3. Dalam agama, seseorang tidak dibenarkan dengan sebebas-bebasnya dan sekehendak hatinya berpindah agama untuk mencapai status tertentu.

Dikriminasi Kelas

Diskriminasi kelas dalam sistem kelas terbuka dapat menghalangi mobilitas ke atas. Hal ini terbukti dengan adanya pembatasan keanggotaan suatu organisasi tertentu dengan berbagai syarat dan ketentuan, misalnya anggota DPR dibatasi hanya 500 orang.

Advertisement

Pengaruh sosialisasi yang sangat kuat

Sosialisasi adalah suatu proses dimana seorang anak belajar berpartisipasi menjadi anggota masyarakat. Jika prose sosialisasi ini berjalan baik, maka pola-pola perilaku, cara pandang, dan persepsi, akan tertanam dengan sangat kuat sehingga sulit dipengaruhi oleh unsur-unsur yang dianut kelas sosial lainnya. Misalnya pada umumnya seprang anak yang dibesarkan dalam keluarga yang tinggal di pedesaan sederhana akan menghayati senua norma dan nilai-nilai keluarganya, sehingga akan menolak atau bahkan menghindar bila bertemu dengan tata nilai dan norma dalam masyarakat kota yang di anggap tidak pantas dilakukan.

Kemiskinan

Kemiskinan dapat membatasi kesempatan bagi seseorang untuk berkembang dan mencapai status sosial tertentu. Sebagai contoh, Ananda memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolahnya karena kedua orang tuanya tidak bisa membiayai.

Perbedaan jenis kelamin (gender)

Perbedaan jenis kelamin berpengaruh terhadap prestasi, kekuasaan, status sosial, dan kesempatan-kesempatan untuk maju. Pria dipandang lebih tinggi derajatnya dan cenderung menjadi lebih mudah mengalami gerak sosial daripada wanita. Sebagai contoh, wanita yang hidup di desa yang masih sederhana merasa bahwa perannya hanyalah sebagai ibu rumah tangga. Hal itu dipengaruhi oleh pandangan yang umum ada pada masyarakatnya.


Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *