Struktur Gugus Fungsi Alkohol

Ada berbagai jenis alkohol. Nama yang tepat untuk alkohol adalah alkanol. Kelompok fungsional utama alkohol (alkanol) adalah gugus hidroksil atau -OH. Alkohol berbeda dalam jumlah atom karbon dalam molekul dan dengan penempatan gugus -OH dalam molekul.
Advertisement

Alkohol yang paling umum dikenal adalah ethanol yang umumnya diproduksi oleh fermentasi.

Metanol, atau metil alkohol, juga dikenal sebagai alkohol kayu karena pada awalnya dibuat dengan pemanasan kayu sampai penyulingan cairan. Metanol sangat beracun, dan banyak orang telah menjadi buta atau meninggal karena minum itu. Etanol, atau etil alkohol, adalah alkohol yang berhubungan dengan minuman “beralkohol”. Telah dibuat setidaknya 6000 tahun dengan menambahkan ragi pada larutan yang kaya baik gula atau pati. Sel-sel ragi memperoleh energi dari reaksi dikatalisasi enzim- yang mengkonversi gula atau pati menjadi etanol dan CO2.

C6H12O6(aq) → 2 CH3CH2OH(aq) + 2 CO2(g)

Advertisement

Ketika alkohol mencapai konsentrasi 10 sampai 12% volume, sel-sel ragi mati. Brandy, rum, gin, dan berbagai wiski yang memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dari alkohol disusun oleh penyulingan alkohol yang dihasilkan oleh reaksi fermentasi ini. Etanol tidak beracun seperti metanol, tetapi masih berbahaya. Kebanyakan orang mabuk saat tingkat alkohol dalam darah sekitar 0,1 gram per 100 mL. Peningkatan tingkat alkohol dalam darah antara 0,4 dan 0,6 g / 100 mL dapat menyebabkan koma atau kematian.

Alkohol dan eter adalah senyawa karbon yang mengandung atom oksigen berikatan tunggal. Kedudukan atom oksigen di dalam alkohol dan eter serupa dengan kedudukan atom oksigen dalam molekul air. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa struktur alkohol sama dengan struktur air. Satu atom H pada air merupakan residu hidrokarbon (gugus alkil) pada alkohol. Struktur eter dikatakan sama dengan struktur air. Kedua atom H pada air merupakan gugus alkil pada eter.

gugus alkil

1. Struktur Alkohol (R-OH).

Berdasarkan posisi atom karbon yang mengikat gugus hidroksil dalam senyawa alkohol maka alkohol dikelompokkan ke dalam tiga golongan, yaitu sebagai berikut. a. Alkohol primer (1°) adalah suatu alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon primer. Atom karbon primer adalah atom karbon yang mengikat satu atom karbon lain.

 Struktur Alkohol

b. Alkohol sekunder (2°) adalah alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon sekunder. Atom karbon sekunder adalah atom karbon yang mengikat dua atom karbon lain.

Alkohol sekunder

c. Alkohol tersier (3°) adalah alkohol dengan gugus hidroksil (–OH) terikat pada atom karbon tersier. Atom karbon tersier adalah atom karbon yang mengikat tiga atom karbon lain.

Alkohol tersier

2. Tata Nama Alkohol.

Ada dua cara penataan nama alkohol, yaitu cara trivial dan cara IUPAC. Pada cara trivial, alkohol disebut alkil alkohol sehingga dalam pemberian nama alkohol selalu diawali dengan nama alkil diikuti kata alkohol. Pada cara IUPAC, nama alkohol diturunkan dari nama alkana, dengan akhiran –a diganti oleh –ol. Contohnya:

CH3–CH2–OH

Trivial: etil alkohol; IUPAC: etanol

Tata nama alkohol menurut IUPAC mirip dengan tata nama alkana. Perbedaannya terletak pada penentuan rantai induk yang terpanjang. Pada alkohol, rantai induk terpanjang harus mencakup gugus hidroksil dengan nomor urut untuk gugus hidroksil terkecil. Contoh:

2-pentanol

2-pentanol bukan 4-pentanol

Beberapa contoh penataan nama alkohol menurut trivial dan IUPAC dapat dilihat pada Tabel 6.3.
Tabel 6.3 Beberapa Penataan Nama Alkohol Menurut Trivial dan IUPAC

Rumus Struktur

Nama Trivial

Nama IUPAC

1–propanol n–propil alkohol 1–propanol
2–propanol Isopropil alkohol 2–propanol
2–butanol sek–butil alkohol 2–butanol
2–metil–1–propanol Isobutil alkohol 2–metil–1–propanol
2,2–dimetiletanol ter–butil alkohol 2,2–dimetiletanol
1–etenol Vinil alkohol 1–etenol
Alil alkohol Alil alkohol 2–propen–1–ol

Contoh Tata Nama Alkohol

Tentukan nama dari senyawa alkohol berikut.
7–metil–2–nonanol

Jawab

Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus hidroksil dengan nomor atom terkecil, yaitu ada 9 dengan gugus hidroksil pada posisi nomor 2. Pada atom C nomor 7 terdapat gugus metil. Jadi, nama lengkap senyawa itu adalah 7–metil–2–nonanol.

b. Isomer pada Alkohol

Berdasarkan posisi gugus hidroksil, hampir semua alkohol memiliki isomer, yang disebut isomer posisi. Isomeri ini memengaruhi sifat-sifat fisika alkohol.

Contoh: Isomer Posisi pada Alkohol

Suatu alkohol memiliki rumus molekul C4H10O. Berapa jumlah isomer posisi yang ada dan gambarkan strukturnya.

Jawab

Tidak ada rumus yang tepat untuk menentukan jumlah isomer dalam senyawa karbon, melainkan harus digambarkan semua struktur yang mungkin terbentuk.

Berdasarkan struktur yang dapat digambarkan maka C4H10O memiliki 3 buah isomer posisi.

Ketiga senyawa pada Contoh 6.2 memiliki rumus molekul sama, yaitu C4H10O, tetapi rumus struktur berbeda. Oleh karena rumus struktur berbeda maka ketiga alkohol tersebut berbeda sifat fisika maupun sifat kimianya.

Kegunaan alkohol

Gambar 6.2 Kegunaan alkohol

Advertisement

Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *