Pengertian dan Jenis Konflik Sosial yang terjadi di Masyarakat Multikultural

Menurut Van den Berg, masyarakat majemuk relatif sering mengalami konflik. Hal ini disebabkan oleh adanya keanekaragaman unsur dalam masyarakat majemuk sehingga menimbulkan konflik.
Advertisement

Beberapa hal yang menyebabkan konflik adalah sebagai berikut:
a. Konflik tingkat ideologi atau gagasan
Konflik ini berupa perbedaan pandangan tentang berbagai hal yang bersifat mendasar di antara kelompok-kelompok sosial tertentu.
b. Konflik tingkat politis

Konflik pada tingkat ini terjadi dalam bentuk pertentangan di dalam pembagian status sosial, kekuasaan, dan sumber-sumber ekonomi yang ditandai dengan adanya aksi protes atau unjuk rasa, kerusuhan, hingga konflik bersenjata (armed attack). Fenomena ini bisa kita lihat dan kita saksikan bersama dari berita-berita di media massa, baik cetak maupun elektronik. Akhir akhir ini sering terjadi bentrokan antara pendukung dua partai yang berbeda. Juga di pemerintahan yang merupakan lembaga yang menjalankan kekuasaan, terlihat baku hantam dan perseteruan karena kalah mempertahankan kekuasaannya. Nah, menurut kalian semua, apa pendapatmu mengenai fenomena tersebut? Haruskah kita contoh dan bawa pada kehidupan sehari-hari?

Konflik-konflik sosial yang pernah terjadi di Indonesia, antara lain:

Advertisement

a. Konflik rasial

Setiap individu dalam ras tertentu menyadari bahwa terdapat perbedaan-perbedaan dalam diri mereka terhadap individu lainnya dan ras yang lain pula. Perbedaan-perbedaan ini sering menimbulkan pertentangan, misalnya etika pergaulan, cara berbicara, cara menghormati orang lain, dan ciri-ciri badaniah (fisik) lainnya. Selain itu, disebabkan oleh faktor lain, yaitu kelompok ras terbesar (mayoritas) sering kali menunjukkan dominasinya kepada kelompok minoritas dari berbagai aspek. Namun demikian, kelompok minoritas juga sering menutup diri terhadap pengaruh kelompok mayoritas agar kekuasaan yang sudah diperolehnya tetap tidak tergoyahkan.

b. Konflik antar suku bangsa

Setiap suku bangsa mempunyai perbedaan satu sama lain. Beberapa contoh perbedaannya adalah sebagai berikut:

1. Perbedaan bahasa daerah, misalnya bahasa Jawa, Sunda, Bali, Batak,Aceh, Papua, dan sebagainya.

2. Perbedaan adat istiadat, misalnya dalam perkawinan, upacara ritual, dan hukum adat.

3. Perbedaan garis keturunan, misalnya matrilineal, patrilineal, dan parental.

4. Perbedaan seni, misalnya bangunan rumah, peralatan kerja di sawah, dan pakaian adat.

Perbedaan-perbedaan tersebut disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

1. Keadaan geografis yang tidak sama.

2. Wilayah Indonesia yang terdiri atas beribu-ribu pulau.

3. Latar belakang sejarah yang berbeda.

4. Lingkungan hukum adat dan garis kekerabatan yang berbeda.

c. Konflik antaragama

Perbedaan agama yang dianut oleh masyarakat akan membawa perbedaan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya cara berpakaian, cara bergaul, tata cara perkawinan, tata cara peribadatan, penerapan hukum warisan, dan corak kesenian. Perbedaan tersebut jika dijadikan masalah akan menimbulkan konflik antar pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama lainnya. KonfIik ini dapat menjadi besar dan lama tergantung dari pihak-pihak yang bertikai.


Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *