Partikel Dasar Penyusun Atom dan Diagram Orbital

Dari beberapa teori tentang model atom disimpulkan bahwa suatu atom terdiri dari proton, elektron, dan neutron. Di mana elektron tersebut mengelilingi inti atom dan menempati lintasan pada tlngkat energy tertentu.
Advertisement

Jumlah proton dalam inti sama dengan jumlah elektron yang mengelilingi Inti sehingga atom bersifat netral. Dengan demikian, atom terdiri atas proton, neutron, dan elektron.

Tabel 1. Partikel Dasar Penyusun Atom

Partkel Lambang Massa (gr) Penemu
Proton 1 1P 1,673 x 10-24 Goldstein
Neutron 0 1n 1,675 x 10-24 Chadwick
Electron 0 -1e 9,110 x 10-28 Thomson

Diagram Orbital

Setiap orbital mempunyai ukuran, bentuk, dan arah orientasi. Bentuk orbital bergantung pada bilangan kuantum azimuth, sedangkan ukurannya bergantung pada bilangan kuantum utamanya. Orbital-orbital tersebut bergabung membentuk suatu subkulit, dan subkulit bergabung membentuk kulit atau tingkat energi.

Advertisement

Orbital s

Orbital 1s dan 2s

Orbital s merupakan sub kulit yang barga bilangan kuantumnya = 0. Sehingga subkulit s hanya memiliki 1 orbital saja. Orbital s berbentuk simetris bola sehingga orbital s tidak ada orientasi khusus.

Orbital p

Orbital p

Subkulit p dengan barga bilangan kuantum azimuth (I) = 1 maka harga bilangan kuantum magnetik ada 3 nilai, yaitu -1 ; 0; dan +1.

Subkulit p mempunyai 3 orbital yang ditandai dengan px, py, dan pz. Ketiga orbital di atas disesuaikan dengan orientasinya menurut x, y dan z.

Orbital d dan orbital f

Orbital d

Orbital d

Subkulit memiliki bilangan kuantum azimuth (I) = 2 dengan harga bilangan kuantum magnetik -2 ; -1; 0; +1 dan +2.

1) Orbital dx2-y2 terletak pada bidang xy dan cuping-cupingnya terletak pada sumbu x dan sumbu y.

2) Orbital dz2 terdiri dari satu balon terpilin yang terletak pada sumbu z dan satu daerah berbentuk donat yang terletak pada bidang xy.

3) Orbital dxy terletak pada bidang xy,tetapi cuping-cupingnya terletak diantara sumbu x dan sumbu y.

4) Orbital dxz terletak pada bidang xz dan cuping-cupingnya terletak di antara sumbu x dan sumbu z.

5) Orbital dxy terletak pada bidang xy, tetapi cuping-cuping terletak diantara sumbu x dan sumbu y.

Orbital f

Subkulit dengan nilai I yang Iebih besar, yaitu subkulit f, g, dan seterusnya. Subkulit f, g, dan lain-lain mempunyai jumlah, bentuk serta orientasi orbital yang lebih rumit. Orbital-orbital tersebut jarang digunakan dalam pembentukan ikatan kimia.


Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *