Jenis Kelompok Sosial Bierstedt dan Emlle Durkheim

Berkumpul merupakan salah satu kebutuhan manusia modern sebagai realitas kehidupan sosial manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia akan selalu hidup dalam kelompok tertentu. Hal ini karena manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa berinteraksi dengan orang lain.
Advertisement

Dengan adanya hubungan timbal balik dalam suatu kelompok masyarakat maka manusia akan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Terbentuknya suatu kelompok sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor, hal ini menyebabkan antara kelompok sosial yang satu dengan kelompok sosial yang lain memiliki perbedaan, baik itu dalam pola pikir, tujuan hidup maupun tingkah laku atau kepribadian manusia itu sendiri.

Menurut Robert Bierstedt, ada tiga kriteria untuk membedakan jenis kelompok, yaitu:

Advertisement

1. Ada tidaknya organisasi.

2. Ada tidaknya hubungan sosial di antara anggota kelompok.

3. Ada tidaknya kesadaran jenis

Berdasarkan kriteria tersebut, Bierstedt membedakan kelompok menjadi empat jenis, yaitu:

1. Kelompok statistik (statistical group)

Kelompok statistik adalah kelompok yong bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial. Misalnya, kelompok umur.

2. Kelompok sosial (social group)

Kelompok sosial adalah kelompok yang anggotanya memiliki hubungan satu dengan yang lainnya. tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.

3. Kelompok kemasyarakatan (society group)

Kelompok kemasyarakatan adalah kelompok yang memiliki persamaan, tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.

4. Kelompok asosiasi (associational group)

Kelompok asosiasi adalah kelompok yang anggotanya ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama.

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya kelompok sosial yang terbentuk dalam masyarakat multicultural memiliki bentuk-bentuk yang teratur dan tidak teratur.

Pembagian kerja yang berkembang pada masyarakat tidak mengakibatkan disintegrasi masyarakat yang bersangkutan, tetapi justru meningkatkan solidaritas karena bagian-bagian dari masyarakat menjadi saling tergantung satu sama lain.

Emlle Durkheim membedakan kelompok sosial menjadi :

1. Solidaritas mekanik

Solidaritas mekanik merupakan bentuk solidaritas yang menandai masyarakat yang masih sederhana di mana kelompok-kelompok manusia tinggal secara tersebar dan hidup terpisah satu dengan yang lain. Tipe solidaritas ini bisa dijumpai pada masyarakat yang masih sederhana dan mempunyai struktur sosial yang bersifat segmenter. Struktur sosial ini terdiri atas segmen-segmen yang homogen dan kurang menunjukkan keterpaduan satu sama lain.

Apabila satu segmen hilang maka kehilangan ini boleh dikatakan tidak berpengaruh terhadap keseluruhan struktur masyarakat. Dalam masyarakat ini, semua anggotanya mempunyai kesadaran kolektif yang sama.

2. Solidaritas organik

Solidaritas organik merupakan bentuk solidaritas yang mengikat masyarakat kompleks yang telah mengenal pembagian kerja yang rinci dan dipersatukan oleh saling ketergantungan antarbagian. Setiap organ memiliki ciri-ciri masing-masing yang tidak dapat diambil alih oleh organ yang lain. Berlawanan dengan masyarakat segmenter, di dalam masyarakat solidaritas, dalam organisasi terdapat saling ketergantungan yang besar, sehingga mengharuskan adanya kerjasama. Berbeda dengan solidaritas mekanik yang didasarkan pada hati nurani kolektif, solidaritas organik didasarkan pada hukum dan akal.


Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *