Ciri-ciri Negara Maju dan Berkembang

Berdasarkan perkembangan suatu negara, negara-negara di dunia dikelompokkan menjadi dua, yaitu negara maju dan negara berkembang. Untuk mengidentifikasi suatu Negara dapat dikategorikan maju atau berkembang kita dapat melihatnya dari hasil pembangunan
Advertisement

negara yang bersangkutan dilihat dari beberapa indikator-indikator yang berkaitan dengan keberhasilan pembangunan.

Pembangunan merupakan proses perubahan dari suatu keadaan ke keadaan lain yang lebih baik daripada sebelumnya. Pembangunan dapat berupa fisik dan nonfisik. Pembangunan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia serta mengarah pada kehidupan yang lebih baik.

Negara dapat dikatakan sebagai negara maju atau berkembang dapat dilihat dari hasil pembangunan di negara yang bersangkutan. Negara yang sudah berhasil dalam pembangunan sering disebut dengan Negara maju, sedangkan Negara yang masih sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan disebut dengan Negara berkembang.

Advertisement

Bank Dunia (World Bank) membedakan negara-negara berkembang dan negara maju berdasarkan tingkat pendapatan per kapita penduduknya. Dari 133 negara di dunia yang penduduknya lebih dari satu juta dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

  1. Negara-negara berkembang atau negara-negara Dunia Ketiga. Negara Dunia Ketiga dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.
  2. Negara-negara yang pendapatannya sangat rendah, yaitu apabila pendapatan per kapita kurang dari 785 dolar Amerika Serikat.
  3. Negara-negara yang pendapatan per kapitanya menengah, yaitu apabila pendapatan per kapitanya antara 786 – 3125 dolar Amerika Serikat.
  4. Negara-negara yang pendapatannya menengah tinggi, yaitu apabila pendapatan per kapitanya antara 3.126 – 9.655 dolar Amerika Serikat.
  5. Negara-negara maju adalah kelompok Negara-negara yang pendapatannya tinggi, yaitu apabila pendapatan per kapitanya melebihi 9.656 dollar Amerika Serikat. Kelompok ini adalah kelompok negara paling makmur yang jumlahnya 26 negara.

Ciri-ciri Negara Berkembang

Ciri-ciri negara berkembang pada umumnya adalah:

  1. Produksi barang-barang primer masih dominan, seperti pertanian.
  2. Adanya masalah tekanan penduduk, yaitu meliputi:

1) tingginya tingkat pengangguran;

2) pertumbuhan penduduk tinggi;

3) produktivitas rendah/tingkat hidup rendah;

4) tingginya kemiskinan/kemelaratan;

5) beban tanggungan tinggi;

6) ketergantungan terhadap bangsa lain tinggi dan mudah terpengaruh.

  1. Sumber daya alam belum banyak diolah.
  2. Kekurangan modal.
  3. Ketergantungan pada impor hasil industri dan ekspor dari hasil pertanian.

Todaro (1994) menjelaskan tentang beberapa karakteristik Negara berkembang, antara lain:

Tingkat kehidupan yang rendah

Tingkat kehidupan yang rendah ini tampak jelas bentuknya secara kuantitatif maupun kualitatif, seperti pendapatan per kapita yang rendah, kondisi perumahan yang tidak memadai, sarana kesehatan yang terbatas, tingkat pendidikan yang rendah, tingkat kematian yang tinggi, tingkat harapan hidup (life expectancy) yang rendah, perasaan kacau tidak menentu, dan rasa putus asa.

Tingkat produktivitas rendah

Di negara berkembang, tingkat produktivitas tenaga kerja sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara maju. Hal ini sebagai akibat lebih lanjut dari tingkat hidup yang rendah.

Tingkat pertumbuhan penduduk dan beban tanggungan yang tinggi

Di negara berkembang, tingkat pertumbuhan penduduk cukup tinggi. Dengan besarnya angka pertumbuhan berarti penduduk usia belum produktif sangat besar yang akibatnya beban tanggungan menjadi tinggi.

Tingginya tingkat pengangguran

Salah satu wujud utama dan faktor yang menyebabkan rendahnya taraf hidup di Negara berkembang adalah penggunaan tenaga kerja yang tidak sesuai dan tidak efisien dibanding Negara-negara maju. Keadaan tersebut terwujud dalam dua bentuk, yaitu pengangguran semu dan pengangguran terbuka. Pengangguran semu ( under employment) ditunjukkan oleh orang-orang pedesaan dan perkotaan yang bekerja kurang dari apa yang dapat mereka kerjakan (harian, mingguan, atau musiman). Pengangguran semu ini juga termasuk mereka yang biasanya bekerja secara penuh (full time), tetapi produktivitasnya begitu rendah, sehingga dengan pengurangan-pengurangan jam kerja tidak akan mempunyai pengaruh yang berarti terhadap jumlah output.

Adapun pengangguran terbuka (open employment), yaitu orang-orang yang mampu dan sangat ingin bekerja, tetapi tidak ada pekerjaan yang tersedia bagi mereka.

Ketergantungan terhadap produksi pertanian dan ekspor produk primer

sebagian besar atau sekitar 80% penduduk negara berkembang bermukim di daerah pedesaan, sedangkan di negara maju kurang dari 30%. Jika dilihat dari produksi tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian, maka untuk negara berkembang adalah sekitar 69% dibandingkan dengan sekitar 18% di negara maju. Sementara itu, kontribusi sektor pertanian terhadap GDP adalah sekitar 30% di negara berkembang, sedangkan di negara maju hanya berkisar 5%.

Pada umumnya perekonomian negara berkembang berorientasi kepada produksi produk-produk primer untuk menyaingi kegiatan-kegiatan sekunder (industri) dan tersier (jasa). Komoditi-komoditi primer tersebut merupakan ekspor utama mereka kenegara-negara lain. Misalnya, hampir semua negara berkembang, ekspor produk-produk primer ini (makanan, bahan baku, bahan bakar, dan bahan-bahan logam) kontribusinya mencapai 70% dari nilai ekspor keseluruhan.

Kekuasaan, ketergantungan, dan vulnerabilitas dalam hubungan internasional

Bagi negara-negara berkembang suatu salah satu yang sangat penting yang menyebabkan rendahnya taraf hidup, perkembangan pengangguran, dan munculnya ketidakmerataan pembagian pendapatan adalah tingginya ketimpangan kekuasaan ekonomi dan politik antara negara-negara miskin dan negara-negara kaya untuk mengendalikan pola perdagangan internasional. Hal itu juga tampak dalam kekuasaan mereka untuk mendikte cara-cara dan syarat-syarat dalam mentransfer teknologi, memberikan bantuan luar negeri, dan menyalurkan modal swasta ke negara berkembang.

Keadaan seperti yang diungkapkan di muka akan melahirkan sikap ketergantungan Negara berkembang terhadap negara-negara maju. Akibatnya, keadaan tersebut akan menimbulkan sifat mudah terpengaruh (vulnerability) dan negara berkembang terhadap kekuasaan-kekuasaan di luar pengendalian mereka yang akhirnya bisa menguasai dan mendominasi kehidupan ekonomi dan sosial mereka.

Ciri-ciri Negara Maju

Negara maju mempunyai ciri utama, yaitu tingginya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga mampu mengolah sumber daya alam secara optimal, baik sumber daya alam yang ada di negaranya maupun di negara lain melalui kerja sama. Sektor andalan yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi adalah industry dan jasa. Melalui industrialisasi, maka tenaga kerja yang dapat diserap lebih banyak, pengangguran menjadi sedikit bahkan tidak ada, produktivitas per kapita lebih tinggi, produksi barang lebih beragam, lebih cepat, dan lebih banyak hasilnya, sehingga pemasarannya (ekspor) pun Iebih luas. Melalui proses industri, nilai jual suatu barang menjadi lebih mahal, sehingga keuntungan pun menjadi lebih tinggi Oleh karena itu negara maju selalu diidentikkan dengan negara industry. Ciri-ciri Negara maju:

  1. pertumbuhan penduduk kecil;
  2. kegiatan ekonomi berbasis industri dan jasa;
  3. sebagian besar penduduk tinggal di perkotaan;
  4. angka harapan hidup tinggi;
  5. pendapatan rata-rata tinggi;
  6. tingkat pendidikan penduduk rata-rata tinggi;
  7. angka kematian bayi kecil.

Advertisement

Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *