Cara melakukan Formasi dalam Permainan Sepak Bola

Menurut posisinya, pemain sepak bola dibagi menjadi tiga bagian, yaitu posisi pemain belakang, posisi pemain tengah, dan posisi pemain depan.
Advertisement

Tujuan dari permainan sepa bola adalah untuk memasukkan bola ke gawang lawan (terjadi gol) sebanyak-banyaknya , tujuan tersebut akan tercapai jika pemain memiliki kekompakan dan formasi yang digunakan. Sepak bola merupakan permainan dua tim berIawanan yang dimainkan di atas lapangan yang berbentuk empat persegi panjang dengan jumlah pemain 11 orang dengan posisi pemain yang beda-beda.

Formasi Permainan Sepak Bola

Formasi (sistem dalam permainan sepak bola adalah cara penempatan, ruang gerak, serta pembagian tugas dari setiap pemain dengan posisi yang ditempatinya. Hal tersebut berlaku baik pada saat melakukan penyerangan maupun pada waktu melaksanakan pertahanan. Dengan sistem ¡ni setiap pemain telah mengetahui tugas utamanya, daerah atau ruang gerak masing-masing, serta memahami apa yang harus dilakukan pada saat menyerang dan ke mana harus bergerak, serta siapa yang harus dijaga jika lawan mendapatkan bola.

Setiap formasi mempunyai ciri-ciri tersendiri. Setiap formasi juga menuntut kualitas atau tingkat kemampuan pemain yang berbeda. Adapun formasi sepak bola yang sering digunakan adalah sebagai berikut: :

Advertisement

Formasi 4 – 2 – 4

Formasi 4 – 2 – 4 dapat digambarkan seperti berikut ini.

Penyerangan 4-2-4
Gambar. Penyerangan 4-2-4

Keterangan pola penyerangan 4 – 2 – 4

GK. Penjaga gawang

RB. Bek kanan

LB. Bek kiri

CB. Center back kanan

CB. Center back kiri

CDM. Gelandang kanan

CDM. Gelandang kiri

CAM. Striker kanan luar

ST. Striker tengah kanan

ST. Striker tengah kiri

CAM. Striker kiri luar

Cara melakukan formasi 4 – 2 – 4 adalah sebagai berikut:

  1. Kedua pemain penyerang tengah mampu membahayakan bagi gawang lawan secara permanen. Untuk membuyarkan pertahanan lawan, kedua penyerang tengah ¡ni harus sering bertukar posisi dan mencoba untuk mengacaukan konsentrasi bek lawan.
  2. Keempat pemain penyerang mempunyai tugas utama menyerang. Kedua pemain sayap ikut dalam usaha membantu serangan, yang dimulai dari garis tengah lapangan. Kedua pemain sayap harus menyadarj posisi mereka, yakni dengan berlari menuju garis gawang lawan.
  3. Empat pemain belakang merupakan pertahanan yang kuat. Kedua bek tengah (center back) bermain berdampingan satu sama lain secara diagonal. Salah satu di antara center back ini ikut bergerak maju saat tim sedang melakukan serangan, terutama pada saat tendangan penjuru.
  4. Kedua bek (kiri/kanan) mendapat bantuan penuh dari center back masing-masing agar dapat lebih memusatkan perhatian pada penyerang sayap lawan. Dalam sistem ini, masing-masing back dapat membantu penyerangan, bergantung dari rusuk sebelah mana penyerangan itu dilakukan.
  5. Kedua pemain lapangan tengah (gelandang) merupakan pemain yang paling sibuk. Mereka harus menjelajah lapangan dengan radius yang luas. Kedua pemain ini bertugas membangun serangan dan harus ikut dalam bertahan jika timnya mendapat serangan.

Dalam formasi ini, permainan lebih ditekankan pada pola penyerangan dengan menempatkan 4 striker dan dua gelandang. Formasi ini menuntut pemain untuk melakukan penyerangan dengan sebenar-benarnya agar memasukkan bola ke dalam gawang lawan sebanyak-banyaknya.

Dalam formasi ini, dibutuhkan koordinasi antara pemain belakang, pemain tengah, dan pemain penyerang agar selama permainan, pemain tidak hanya terfokus pada penyerangan saja (pertahanan terabaikan) sehingga penyerang lawan dapat menerobos pertahanan kita. Dengan demikian selain mampu melakukan penyerangan secara efektif tetapi juga dapat bertahan dengan solid.

Formasi 4 – 4 – 2

Formasi ini secara otomatis memiliki kecenderungan membuat barisan pertahanan lebih baik dan suatu peningkatan keseimbangan di lapangan tengah. Formasi 4 – 4 – 2 dapat digambarkan seperti berikut ini.

Pola Pertahanan 4-4-2
Gambar. Pola Pertahanan 4-4-2

Keterangan pola pertahanan 4 – 4 – 2 :

1 = Penjaga gawang

2 = Bek kanan

3 = Bek kiri

5 = Poros halang (center back)

6 = Poros halang (center back)

8 = Gelandang kanan (right mildfielder)

4 = Gelandang tengah (center mildfielder)

10 = Gelandang tengah (center mildfielder)

11 = Gelandang kiri (left mildfielder)

7 = Penyerang (striker)

9 = Penyerang (striker)

Cara melakukan formasi ini adalah sebagai benkut:

  • Kedua penyerang harus membuat pemain belakang lawan sibuk dan senantiasa mengancam gawang lawan. Di samping ¡tu, mereka juga harus dapat membuka ruang bagi rekan setimnya (pemain tengah lawannya) dengan melakukan gerakan-gerakan individual seperti membawa bola, menahan bola beberapa saat dan hal-hal lainnya, seperti mengoper bola, melakukan gerak tipu dan sebagainya.
  • Di depan daerah pertahanan, barisan pertahanan diperkuat empat pemain lapangan tengah, yang sekaligus memungkinkan untuk mengendalikan lapangan tengah dengan lebih baik.
  • Jika dilakukan dengan cara yang benar maka sistem ini hanya secara temporer memerlukan bantuan di lapangan tengah. Terobosan-terobosan sebanyak mungkin harus dilakukan dari lapangan tengah dan langsung mengancam gawang lawan. Dengan kata lain, pemain lapangan tengah harus mempunyai kemampuan yang sama dengan penyerang dalam mencetak gol.

Advertisement

Facebook Twitter

One thought on “Cara melakukan Formasi dalam Permainan Sepak Bola

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *