Bagaimana jantung berdenyut ?

Ketika kita mengalami denyut jantung berhenti apa yang akan terjadi ? Bisa kita bayangkan, lalu bagaimana kalau pompa air yang biasa kita pakai untuk menyiram tanaman kesayangan kita berhenti mengalir? Tentu akan ada tanaman yang kekurangan air atau bahkan mati.
Advertisement

Lalu bagaimana jika otak kita yang tidak mendapatkan aliran darah tentunya akan sangat fatal jadinya. Karena otak adalah salah satu pusat syaraf. Untuk melihat mekanisme denyut jantung ini mari kita lanjutkan artikelnya.

Siklus jantung bisa kita kategorikan kedalam tiga periode yaitu presistol, sistol dan diastol. Presistol ialah waktu permulaan kontraksi atrium sampai ke permulaan kontraksi ventrikel. Sistol yaitu kontraksi permulaan sampai akhir kontraksi ventrikel. Sedangkan diastol adalah periode dimana atrium dan ventrikel dalam keadaan istirahat.

Denyutan jantung tergantung pada perbedaan tekanan yang melewati atrium dan ventrikel. Ventrikel berelaksasi sesudah denyutan terakhir sehingga tekanan turun sampai dibawah tekanan atrium, katup atrioventrikuler terbuka, dan darah tambahan kedalam ventrikel. Kemudian kontraksi ventrikel dimulai, tekanan dalam ventrikel meningkat dan katup atrioventrikuler menutup fase pengisian dengan kontraksi ventrikel sampai katup aorta terbuka.

Advertisement

Darah yang banyak mengandung karbondioksida masuk kejantung melalui vena kava anterior dan posterior kedalam serambi kanan. Selanjutnya darah akan ke bilik kanan yang terus akan dipompakan melalui arteri pulmonalis ke paru-paru untuk dibersihkan karbondioksidanya dan digantikan dengan oksigen.

Dari paru-paru melalui vena pulmonalis darah yang mengandung oksigen akan memasuki serambi kiri dan seterusnya ke bilik kiri dan diedarkan ke seluruh tubuh. Satu siklus jantung menghasilkan sekali denyutan jantung.

Pada mamalia kontraksi jantung dimulai dari simpul sinoatrium yaitu suatu simpul yang terdiri atas otot jantung khusus yang terletak dalam bagian dinding atrium kanan tempat sinus venosus digabungkan. Impuls ini menyebar keseluruh bagian atrium dan ke simpul serabut purkinje lainnya. Tingkat denyut juga diatur oleh sistem syaraf otonom.

Sistem sirkulasi pada mamalia secara umum terdiri atas tiga jalur yaitu jalur sistemik, jalur pulmonary dan jalur portal. Jalur sistemik dimulai dengan aorta yang berasal dari ventrikel kiri. Jalur ini membawa darah yang kaya akan oksigen dengan semua zat nutrisi yang dibutuhkan sel. Darah dipompa dari ventrikel kiri ke aorta kemudian melalui cabang-cabangnya menuju ke setiap organ tubuh kecuali paru-paru. Darah dari berbagai organ kemudian masuk ke atrium kanan melalui vena cava superior dan vena cava inferior.

Jalur pulmonary merupakan jalur yang berasal dari ventrikel kanan dan membawa darah miskin oksigen tetapi kaya karbondioksida menuju paru-paru. Kemudian dari paru-paru menuju atrium kiri melalui vena pulmonary.

Jalur portal merupakan jalur kembalinya darah dari organ saluran pencernaan, limfa, dan pankreas menuju hati, dan dari hati kembali ke jantung.

Pada hewan yang mempunyai sistem sirkulasi tertutup, darah dan cairan jaringan merupakan dua macam cairan yang terpisah. Darah terdiri atas cairan plasma dan sel darah, sementara cairan jaringan dibentuk dengan menyaring plasma yang kemudian akan berdifusi melalui dinding kapiler menuju ruang antar sel.

Sebaliknya pada hewan yang mempunyai sistem sirkulasi terbuka pembatasan antara cairan jaringan dan cairan darah tidak dapat dilakukan secara sempurna. Hal ini terjadi karena cairan yang mengalir dalam pembuluh dan diruang antar sel merupakan cairan yang sama. Jantung merupakan suatu organ otot berongga yang terletak di pusat dada. Bagian kanan dan kiri jantung masing-masing memiliki ruang sebelah atas (atrium yang mengumpulkan darah dan ruang sebelah bawah (ventrikel) yang mengeluarkan darah. Agar darah hanya mengalir dalam satu arah, maka ventrikel memiliki satu katup pada jalan masuk dan satu katup pada jalan keluar.

Fungsi utama jantung adalah menyediakan oksigen ke seluruh tubuh dan membersihkan tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida). Jantung melaksanakan fungsi tersebut dengan mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru, dimana darah akan mengambil oksigen dan membuang karbondioksida; jantung kemudian mengumpulkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida. Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner. Darah dalam atrium kiri akan didorong ke dalam ventrikel kiri, yang selanjutnya akan memompa darah yang kaya akan oksigen ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

Begitu pentingnya fungsi jantung itu bagi tubuh kita, maka dari itu pintar-pintarlah kita menjaganya supaya terhindar dari gangguan-gangguan yang merugikan kesehatan. Demikianlah artikelnya semoga bermanfaat.

Advertisement

Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *