Sistem Anatomi Pernapasan Hewan

Pada artikel kali ini akan membahas tentang anatomi pernapasan hewan, yang meliputi anatomi pernapasan hewan ruminansia dan non ruminansia. Kondisi pernapasan ternak merupakan pencerminan kesehatan ternak secara umum.
Advertisement

Untuk mengetahui kesehatan ternak, salah satunya dapat dilihat dari pernapasan ternak. Kondisi pernapasan yang normal dapat dikatakan ternak tersebut dalam kondisi sehat. Sebaliknya apabila pernapasan ternak tidak normal maka ternak tersebut kemungkinan menderita sakit.

Sebelum mengidentifikasi adanya kelainan-kelainan pada ternak terlebih dahulu sebaiknya mengenal kondisi ternak normal, baik kondisi umum maupun kondisi anatomi-anatomi tubuhnya. Pada ternak akan dijumpai adanya perbedaan-perbedaan antara ternak ruminansia dan ternak non ruminansia. Sistem pencernaan pada ternak sapi akan berbeda dengan sistem pencernaan pada kuda atau ayam, demikian pula sistem pernafasan pada sapi akan berbeda dengan sistem pernafasan pada ayam. Pada artikel kali ini akan disampaikan kondisi normal pada ternak baik ruminansia maupun non ruminansia.

Sistem Pernapasan

Semua makhluk yang masih hidup selalu melakukan aktivitas bernapas. Bernapas adalah proses untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk metabolisme sehingga didapatkan energi untuk melakukan proses kehidupan anatomiisme tersebut. Dalam bernapas dikeluarkan karbondioksida.

Advertisement

Bagaimana jadinya apabila tidak ada mekanisme yang dapat merubah karbondioksida hasil pernapasan menjadi oksigen, maka pasti dimana-mana terjadi kekurangan oksigen. Kita harus mensyukuri Tuhan telah menciptakan mekanisme yang dapat membuat keseimbangan antara oksigen dan karbondiksida. Dalam udara bebas terdapat oksigen yang dapat memenuhi kebutuhan seluruh makhluk hidup akan oksigen. Oksigen yang ada diudara sebagian besar merupakan hasil fotosistesis yang dilakukan oleh tumbuhan. Oleh karena itu pada siang hari yang panas, kita akan merasa sejuk berada dibawah pohon. Pohon tersebut dengan bantuan sinar matahari melakukan fotosintesis.

Dalam proses fotosintesis memerlukan karbondioksida yang kita keluarkan dalam bernapas dan salah satu hasilnya adalah oksigen yang kita butuhkan dalam bernapas. Bayangkan kalau tidak ada pohon, bagaimana kebutuhan oksigen dapat terpenuhi? Oleh karena itu dalam rangka menjaga keseimbangan oksigen dan karbondioksida kita perlu melestarikan pohon, bahkan perlu melakukan penanaman pohon .

Kita patut bersyukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan mekanisme sehingga terus terjadi keseimbangan pada oksigen dan Karbondioksida dalam rangka memenuhi kebutuhan makhluknya untuk bernapas. Pernahkan anda mendengar ungkapan hutan adalah paru-paru dunia? Ungkapan ini berarti bahwa hutan adalah alat yang dapat menukar karbondioksida yang ada dialam dengan oksigen, hutan dapat membersihkan karbondioksida dan menggantikannya dengan oksigen.

Dewasa ini banyak kota-kota besar yang memprogramkan untuk membuat paru-paru kota, dimana dikawasan tersebut terdapat pohon-pohon yang dilindungi, tidak boleh ditebang dengan harapan pohon-pohon tersebut dapat memenuhi kebutuhan oksigen yang bersih dan menghilangkan karbondioksida melalui fotosintesis yang dilakukannya.

Gambar. Siklus oksigen dan karbondioksida
Gambar. Siklus oksigen dan karbondioksida

Pertukaran gas antara hewan dan lingkungannya dapat terjadi dengan cara difusi sederhana. Pada beberapa hewan terutama hewan akuatik berukuran kecil, pertukaran gas dapat terjadi melalui seluruh permukaan tubuhnya. Sedangkan untuk hewan yang berukuran besar dan semakin kompleks aktivitasnya tidak dapat dipenuhi dengan cara tersebut . Pernafasan pada hewan yang lebih besar seperti pada ternak memerlukan anatomi khusus yang memungkinkan berlangsungnya pertukaran gas dengan cara yang lebih cepat.

Berdasarkan lingkungan hidupnya, alat pernapasan pada hewan dapat dibedakan menjadi anatomi pernapasan akuatik untuk yang hidup di air dan pernapasan terestrial untuk hewan yang hidup didarat. Anatomi pernapasan akuatik berupa permukaan tubuh atau insang, sedang anatomi pernapasan terestrial bisa berupa paru-paru difusi, paru-paru buku, trakhea, dan paru-paru alveoler. Paru-paru pada amphibi masih sederhana dan kurang elastis sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu pada amphibi masih dibantu dengan seluruh permukaan tubuhnya untuk memenuhi oksigen yang dibutuhkan. Paru-paru yang telah sempurna adalah paru-paru pada mamalia.

Pada mamalia, fase inspirasi yang merupakan proses aktif terjadi karena konstraksi otot diantara tulang-tulang iga dan diafraghma. Kontraksi tersebut menyebabkan rongga dada serta paru-paru mengembang dan menyebabkan tekanan negatip dalam rongga dada sehingga udara dapat masuk kedalamnya. Sedangkan fase ekspirasi terjadi karena relaksasi otot inspiratori tersebut dan pengerutan dinding alveole.

Pengangkutan oksigen dalam tubuh hewan dilakukan dengan melarutkannya dalam darah. Pada hewan invertebrata karena aktivitas tubuhnya masih terbatas kebutuhan oksigen masih dapat disuplai dengan sistem yang ada. Sedangkan pada mamalia kebutuhan oksigennya sangat tinggi sehingga diperlukan pigmen pernapasan dalam darahnya. Hemoglobin adalah salah satu pigmen pernapasan. Dengan hemoglobin darah dapat mengangkut 20 kali lipat dibanding darah yang tidak berhemoglobin.

Alat pernapasan pada hewan bervariasi antara hewan yang satu dengan hewan yang lain, ada yang berupa paru-paru, insang, kulit, trakea, dan paru-paru buku, bahkan ada beberapa anatomiisme yang belum mempunyai alat khusus sehingga oksigen berdifusi langsung dari lingkungan ke dalam tubuh, contohnya pada hewan bersel satu, porifera, dan coelenterata. Pada ketiga hewan ini oksigen berdifusi dari lingkungan melalui rongga tubuh.

Sistem pernapasan atau sistem pernapasan adalah sistem anatomi yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pohon pun memiliki sistem pernapasan.

Pernapasan adalah kegiatan makhluk hidup yang sangat penting. Pernahkah anda berpikir apa yang terjadi seandainya kita sulit bernapas? Kita tahu bahwa makhluk hidup telah dilengkapi oleh alat yang mampu menghirup udara, sehingga kebutuhan akan oksigen terpenuhi, karena tanpa oksigen aktivitas dalam tubuh makhluk hidup tidak dapat berlangsung. Anatomi-anatomi apa saja yang berperan dalam pernafasan? Bagaimana hewan bernapas dan mendapatkan oksigen? Gangguan apa saja yang terjadi dalam sistem pernapasan?

Bernapas adalah aktivitas dalam makhluk hidup yang meliputi :

– Kegiatan mengambil udara (inspirasi) dan mengeluarkan udara (ekspirasi) melalui alat pernapasan.

– Pertukaran gas antara sel dengan lingkungan (pernapasan eksternal).

– Reaksi enzimatik, pemanfaatan oksigen memerlukan enzim pernapasan (sitokrom).

Sistem pernafasan atau dikenal juga dengan sistem pernapasan berfungsi untuk memasok oksigen kedalam tubuh dan membuang CO2 dari dalam tubuh. Proses pernafasan pada ternak dikenal dua pernafasan, yaitu :

– Pernafasan eksternal yaitu aktivitas bernafas dengan menghirup dan mengeluarkan udara

– Pernafasan internal atau dikenal dengan pernapasan internal adalah merupakan proses penggunaan oksigen oleh sel tubuh dan pembuangan sisa metabolisme sel yang berupa CO2

Seperti disebutkan diatas alat dan mekanisme pernapasan sangat tergantung dari jenis hewannya . Pada buku teks bahan ajar ini kita akan membahas anatomi pernapasan ruminansia dan anatomi pernapasan unggas.

Pertukaran gas antara hewan dan lingkungannya dapat terjadi dengan cara difusi sederhana. Pada beberapa hewan terutama hewan akuatik berukuran kecil, pertukaran gas dapat terjadi melalui seluruh permukaan tubuhnya. Sedangkan untuk hewan yang berukuran besar dan semakin kompleks aktivitasnya tidak dapat dipenuhi dengan cara tersebut. Pernafasan pada hewan yang lebih besar seperti pada ternak memerlukan anatomi khusus yang memungkinkan berlangsungnya pertukaran gas dengan cara yang lebih cepat.

Berdasarkan lingkungan hidupnya, alat pernapasan pada hewan dapat dibedakan menjadi :

– Anatomi pernapasan akuatik untuk yang hidup di air

– Anatomi pernapasan terestrial untuk hewan yang hidup didarat

Anatomi pernapasan akuatik berupa permukaan tubuh atau insang, sedang anatomi pernapasan terestrial bisa berupa paru-paru difusi, paru-paru buku, trakhea dan paru-paru alveoler. Paru-paru difusi dapat ditemui pada bekicot yang tidak bercangkang, paru-paru buku terdapat pada laba-laba. Pernafasan dengan trakhea dilakukan oleh keluarga insekta, sedangkan pernafasan dengan paru-paru terdapat pada amphibi, reptil, bangsa burung dan mamalia.

Paru-paru pada amphibi masih sederhana dan kurang elastis sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu pada amphibi masih dibantu dengan seluruh permukaan tubuhnya untuk memenuhi oksigen yang dibutuhkan. Paru-paru yang telah sempurna adalah paru-paru pada mamalia.

Pada mamalia, fase inspirasi yang merupakan proses aktif terjadi karena konstraksi otot diantara tulang-tulang iga dan diafraghma. Kontraksi tersebut menyebabkan rongga dada serta paru- paru mengembang dan menyebabkan tekanan negatip dalam rongga dada sehingga udara dapat masuk kedalamnya. Sedangkan fase ekspirasi terjadi karena relaksasi otot inspiratori tersebut dan pengerutan dinding alveole.

Pengangkutan oksigen dalam tubuh hewan dilakukan dengan melarutkannya dalam darah. Pada hewan invertebrata karena aktivitas tubuhnya masih terbatas kebutuhan oksigen masih dapat disuplai dengan sistem yang ada. Sedangkan pada mamalia kebutuhan oksigennya sangat tinggi sehingga diperlukan pigmen pernapasan dalam darahnya. Hemoglobin adalah salah satu pigmen pernapasan . Dengan hemoglobin darah dapat mengangkut 20 kali lipat dibanding darah yang tidak berhemoglobin.

Oksigen yang diperoleh digunakan untuk menghasilkan Adenosin Triphosphat (ATP). Sebenarnya ATP bisa juga dihasilkan dengan tanpa Oksigen, tetapi tidak dihasilkan ATP yang optimal karena prosesnya anaerob. Agar lebih optimal maka dalam memproduksi ATP harus dengan pernapasan aerob. Dalam proses anaerob sebuah molekul glukosa dapat menghasilkan 2 ATP, sementara dengan proses aerob dapat menghasilkan 36 atau 38 molekul ATP melalui mekanisme di dalam siklus Krebb di mitokondria sel.

Demikian artikel kita kali ini mudah-mudahan bermanfaat. Terimakasih.

Advertisement

Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *