Macam-macam Ekosistem Darat

Sudah menjadi hal biasa yang kita dengar dan terjadi hampir tiap tahun, dengan adanya pembabatan hutan, pembakaran yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab disebagian wilayah negara kita.
Advertisement

Semua tidak ada yang mau di salahkan padahal itu sudah kewajiban kita semua untuk menjaganya dan melestarikannya.

Kerusakan ekosistem hutan sedemikian parah, satwa yang biasa hidup di hutan menjadi terusik sehingga merusak wilayah pemukiman dan daerah pertanian warga, belum ancaman punahnya beberapa satwa langka dan dilindungi.

Penebangan hutan juga menimbulkan bahaya banjir dan tanah longsor yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Mengingat berbagai kerugian yang mungkin terjadi, adalah sangat penting untuk segera menghentikan penebangan hutan secara liar, penegakan hukum yang tidak pandang bulu bagi para pelakunya, serta upaya pemulihan hutan yang terprogram dan terencana. Namun disini saya bukan untuk menulis mengenai kerusakan ekosistem tapi ada hubungannya dengan ekosistem yaitu macam-macam ekosistem darat.

Advertisement

Ekosistem darat adalah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut.

a.       Bioma gurun

Beberapa bioma gurun terdapat di daerah tropika (sepanjang garis balik) yang berbatasan dengan padang rumput. Ciri-ciri bioma gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Suhu siang hari tinggi (bisa mencapai 450C) sehingga penguapan juga tinggi, sedangkan malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 00 C). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar.

Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular, kadal, katak, dan kalajengking. Contoh bioma gurun adalah Gurun Anzo Borrega di Amerika, Gurun Sahara di Afrika, dan Gurun Gobi di Asia.

b.      Bioma padang rumput

Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih 25 – 30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur. Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya bergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus, dan ular. Contoh: bioma padang rumput antara lain Prairi di Amerika Utara, Veldt di Afrika Selatan, dan Indonesia (Sumbawa).

c.       Bioma hutan basah (hujan tropis)

Bioma hutan basah terdapat di daerah tropika dan subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan 200 – 225 cm per tahun. Spesies pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang Iainnya bergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 20 – 40 m, cabang-cabang pohon tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme). Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari. Variasi suhu dan kelembapan tinggi, suhu sepanjang hari sekar 250 C. Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu. Contoh bioma hutan hujan tropis adalah hutan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua, dan Brasil.

d.      Bioma hutan gugur

Bioma hutan gugur pada umumnya terdapat di sekitarwilayah subtropik yang mengalami pergantian musim panas dan dingin. Hutan gugur juga terdapat di berbagai pegunungan di daerah tropis. Contoh bioma hutan gugur ada di Kanada, Amerika, Eropa, dan Asia. Adapun ciri-ciri bioma hutan gugur adalah sebagai berikut.

1.       Mengalami empat musim, yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi.

2.       Tumbuhannya menggugurkan daunnya pada musim gugur.

3.       Curah hujan sedang, yaitu 75 – 1 50 cm per tahun .

4.       Vegetasinya adalah pohon maple, oak, beech, dan elm.

5.       Hewan yang menghuni pada umumnya adalah racoon, rubah, bajing, burung pelatuk, rusa, dan beruang.

e.      Bioma taiga

Pada umumnya bioma ini terdapat di wilayah utara hutan gugur subtropis dan pegunungan tropis. Contoh bioma taiga terdapat di Amerika Utara dan dataran tinggi di berbagai wilayah. Adapun ciri-ciri bioma taiga adalah sebagai berikut.

1.       Bioma yang biasanya hanya terdiri dari satu spesies pohon, yaitu conifer (pinus).

2.       Masa pertumbuhan flora pada musim panas antara 3 sampai 6 bulan.

3.       Suhu di musim dingin sangat rendah, dan mengalami musim dingin yang panjang.

4.       Curah hujan sekitar 35 cm per tahun.

5.       Vegetasinya sprice (Picca), junipce (Juniperus), alder (Alaus), dan birch (Berula).

6.       Hewannya antara lain moose, beruang hitam, dan serigala.

f.        Bioma tundra

Bioma tundra ada di belahan bumi utara di dalam lingkaran kutub utara yang disebut tundra artik dan di puncak gunung disebut tundra alpin. Adapun ciri-ciri bioma tundra adalah sebagai berikut.

1.       lklimnya iklim kutub dengan musim dingin yang panjang dan gelap serta musim panas yang panjang dan terang terus-menerus.

2.       Tidak ada pohon yang tinggi, kalaupun ada terlihat tebal seperti semak.

3.       Tumbuhan semusim biasanya berbunga dengan warna yang mencolok dalam masa pertumbuhan yang pendek.

4.       Curah hujan sekitar 10 cm per tahun.

5.       Vegetasinya adalah Spaghnum, lumut kerak, dan perdu.

6.       Contoh hewannya antara lain muscox, rusa domba, rusa kutub, kelinci, dan serigala.

Adapun beberapa ekosistem darat di Indonesia adalah sebagai berikut.

1.       Ekosistem hutan tepi sungai

Ekosistem hutan tepi sungai terdapat di sepanjang tepi sungai besar dan merupakan vegetasi rawa musiman.

2.       Ekosistem hutan sagu

Vegetasi yang mendominasi ekosistem ini adalah pohon sagu sehingga disebut ekosistem hutan sagu.

3.       Ekosistem hutan rawa gambut

Ekosistem hutan rawa gambut banyak terdapat di Kalimantan ditandai dengan flora yang tumbuh tinggi, kurus dan tidak lebat.

4.       Ekosistem hutan bakau (mangrove)

Ekosistem hutan bakau terdapat di daerah pasang surut. Hutan bakau yang memiliki dasar lumpur, tumbuhan khasnya antara lain Rhyzopora, Acanthus, Avicennia, Bruguiera, Cerbera, dan Ceriops. Vegetasi pada hutan bakau memiliki sistem perakaran yang khas, yaitu akar napas dan akar tunjang. Akar napas sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi rendahnya kandungan oksigen dan akar tunjang untuk menahan pengaruh pasang surut air laut. Hewannya antara lain Mollusca, kepiting, dan ular air.

5.       Ekosistem hutan rawa air tawar

Ekosistem hutan rawa air tawar terdapat di belakang hutan bakau Tumbuhannya antara lain bunur, dadap, eceng gondok, dan teratal. Hewannya antara lain babi hutan, burung meliwis, dan ular.

6.       Ekosistem hutan hujan tropis

Ekosistem hutan hujan tropis terdapat di wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Hutan hujan tropis merupakan hutan belantara dengan keanekaragaman tumbuhan dan hewan yang tinggi.

7.       Ekosistem pantai

Pantai merupakan daerah perbatasan antara laut dan darat serta merupakan daerah pasang surut. Vegetasi ekosistem pantai dibedakan atas:

a. Formasi pes-caprae, didominasi oleh tumbuhan telapak kambing, tumbuhan yang lain rumput angin, bakung, dan lain-lain.

b. Formasi barringtonia, didominasi oleh tumbuhan barringtonia, tumbuhan yang lain nyamplung dan ketapang.

Advertisement

Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *