Habitat Protozoa

Pada kesempatan yang baik ini kita akan mencoba menulis artikel mengenai habitat atau tempat hidup protozoa. Nanti kita akan coba menjelaskannya satu persatu, selamat membaca.
Advertisement

Kata Protozoa diambil dari bahasa Yunani, yaitu dari kata protos yang berarti permulaan dan zoon artinya hewan. Sehingga Protozoa bisa ditafsirkan yaitu hewan yang paling sederhana dalam dunia organik.

Dari beberapa golongan phylum ini ada yang sudah mempunyai rumah/test/cangkang, dimana dalam rumah ini sudah terdapat hewannya. Rumah ataupun cangkang pada umumnya ukurannya sangat kecil, sehingga supaya kita dapat melihat dengan jelas kita harus menggunakan alat pembesar seperti mikroskof. Dengan menggunakan alat bantu seperti ini baru kita bisa melihatnya.

Alat mikroskop seperti ini selalu digunakan oleh para peneliti dalam melakukan penelitian mikrofosil. Dengan alat seperti ini para peneliti bisa langsung mengidentifikasi dengan baik, sehingga kita semua harus familier terhadap alat ini, artinya kita dapat menggunakan serta bisa merawat alat dengan baik dan benar.

Advertisement

Selanjutnya adalah mengenai Ciri-ciri filum, dalam filum terdapat beberapa ciri yaitu sebagai berikut:

– Protozoa merupakan hewan yang dapat hidup dalam segala lingkungan, yaitu lingkungan laut, rawa-rawa, lingkungan anaerob, bahkan dapat hidup pada usus-usus manusia, seperti golongan bakteri.

– Pada phylum protozoa belum dapat diadakan pembagian badannya seperti biasa dilakukan atas jasad hidup lainnya.

– Umumnya protozoa merupakan jasad hidup yang kecil, dengan ukuran rata-rata satu mikro sampai beberapa millimeter. Tetapi diantaranya ada juga yang melebihi 75 mm, seperti genus Fusu lina.

– Jumlahnya jauh melebihi jumlah hewan dan phylum manapun.

– Hewan protozoa merupakan hewan yang bersel satu (unicelluair), dan terdiri atas satu atau beberapa buah inti yang dikelilingi oleh protoplasma.

– Protozoa pada umumnya hidup secara soliter, tetapi ada juga yang hidup secara koloni atau berkelompok.

– Perkembangbiakan protozoa dapat secara seksual ataupun aseksual

– Protozoa sebagian mencakup hewan, sebagian mencakup tumbuh-tumbuhan

– Protozoa yang masih hidup terdiri dari cangkang dan dibagian luar ataupun pada bagian dalam cangkangnya terdapat protoplasma. Protoplasma yang ada diluar cangkang disebut dengan etoplasma, sedangkan protoplasma yang ada di dalam disebut dengan endoplasma.

Lingkungan Kehidupan Protozoa

Kalau kita melihat ciri-ciri diatas, bahwa protozoa dapat hidup dalam berbagai lingkungan, bahkan dapat hidup dalam usus-usus manusia. Dalam hal ini yang akan dibicarakan dalam paleontology ialah yang berhubungan dengan proses-proses pemfosilannya saja. Umumnya atau sebagian kehidupan protozoa adalah kebanyakan di laut, dirawa-rawa, didarat ataupun yang didanau. Golongan seperti ini sebagian besar adalah golongan benthonic dan sebagian lagi adalah planktonic. Kemudian Golongan-golongan yang banyak meninggalkan fosil-fosilnya adalah golongan ordo foraminifera, dimana golongan ordo inilah yang banyak dipelajari dan di teliti oleh ilmuwan dalam bidang paleontologi.

Dengan penjelasan artikel ini mudah-mudahan kita lebih tahu lagi mengenai ciri-ciri dan tempat hidup protozoa. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Advertisement

Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *