Fungsi Mulut dan Gigi pada Ruminansia

Kemarin saya sudah menyampaikan tulisan artikel mengenai “Alat Pencernaan Ruminansia”. Dan berjanji akan membahasnya satu persatu secara jelas dengan pengetahuan yang saya dapat.
Advertisement

Mudah-mudahan dengan penjelasan nanti kita bisa lebih paham lagi mengenai fungsi alat pencernaan, karena berbagi itu tidak pernah rugi, karena yang rugi adalah yang jualan. Heheh….!. berikut penjelasannya.

Ruminansia atau dikenal juga dengan hewan memamah biak adalah hewan yang dalam aktivitas memenuhi kebutuhan perut melakukan pengunyahan kembali terhadap pakan yang sudah ditelannya. Kelompok hewan ruminansia sebagian besar pakannya adalah berupa bahan hijauan yang terdiri atas rumput atau daun-daunan, meskipun kadang-kadang juga diberikan pakan yang berupa tepung. Sebagai pakan ruminansia hijauan dapat berupa hijauan segar ataupun hijauan yang sudah diawetkan.

Fungsi Mulut

Rongga mulut adalah tempat pertama yang akan dilalui bahan makanan untuk diolah menjadi sumber energi bagi tubuh hewan. Pada rongga mulut terjadi 2 jenis proses pencernaan, yakni pencernaan mekanis atau fisik, dan pencernaan secara kimiawi. Pencernaan mekanis atau fisik ini dilakukan dengan menggunakan gerakan yang akan membuat bahan makanan terurai secara fisik, dalam artian menjadi ukuran yang lebih kecil.

Advertisement

Pencernaan mekanis ini biasanya dilakukan dengan pengunyahan. Dengan pengunyahan bahan makanan akan terurai menjadi ukuran yang lebih kecil. Dengan ukuran yang kecil memudahkan untuk dilakukan pencernaan secara kimiawi. Selanjutnya terjadi juga pencernaan secara kimiawi dengan melibatkan enzim yakni mengurai bahan makanan menjadi unsur dan molekul yang lebih sederhana dan juga kandungan kimianya, nilai gizi di dalamnya yang kompleks tersusun dari berbagai unsur kimiawi akan terurai menjadi bentuk halus atau molekul yang lebih sederhana.

Enzim-enzim yang dihasilkan pada rongga mulut dihasilkan dari sejumlah kelenjar ludah, terdapat 3 kelenjar ludah diantaranya adalah kelenjar parotis, submandibularis dan sublingualis. Air liur mengandung enzim ptialin (amilase ludah), yakni enzim yang mengurai karbohidrat polisakarida (amilum) menjadi maltosa(disakarida). Air liur pHnya atau tingkat keasamannya adalah hampir mendekati netral kira-kira 6,7. Kandungan airnya tinggi sekitar 98%, air liur ini berfungsi untuk membasahi makanan, membunuh bakteri yang tidak baik bagi kesehatan, mencegah mulut dari kekeringan.

Fungsi Gigi

Berdasarkan jenis pakan tersebut maka struktur gigi yang berkembang akan menyesuaikan terhadap kebutuhan untuk memperhalus jenis pakan tersebut. Gigi pada ruminansia yang berkembang baik adalah gigi yang diperlukan untuk mengunyah bahan hijauan agar menjadi lembut, sehingga yang berkembang adalah gigi geraham. Gigi taring tidak berkembang karena sapi tidak memerlukan taring untuk mengoyak makanannya.

Gigi yang berperan sebagai pencernaan mekanis ini menghaluskan dengan menumbuk atau dengan gerakan. Gigi terdiri dari akar gigi (korum), dan akar gigi (radius). Akar gigi terdiri atas dua bagian, yakni mahkota gigi (korona), dan gigi yang tertanam dalam rahang gigi. Gigi berasal dari dua jaringan embrional, yakni ektoderm dan mesoderm. Email adalah lapisan keras yang menutupi permukaan gigi.

Dentin (tulang gigi) terdapat di dalam email, sementum (lapisan luar akar gigi), dan pulpa (rongga gigi) yang banyak mengandung serabut saraf dan pembuluh darah. Berdasarkan bentuknya, gigi terbagi menjadi 4 bentuk, yakni gigi seri(Incicivus) berfungsi memotong makanan, gigi taring (caninus) berfungsi merobek makanan, gigi geraham depan (premolar), dan gigi geraham belakang (molar) berfungsi mengunyah dan menghaluskan makanan.

Kerangka kepala dan gigi
Gambar. Kerangka kepala dan gigi

Gigi pada ruminansia terdiri atas gigi seri yang digunakan untuk memotong rumput atau daun yang menjadi pakannya dan gigi geraham baik depan maupun geraham belakang yang berfungsi untuk menggiling agar pakan menjadi lebih lembut sehingga mudah dicerna . Selain fungsi utama untuk keperluan pencernaan , gigi juga dapat digunakan untuk menaksir umur ternak. Gigi ternak terdiri atas dua jenis gigi yaitu gigi susu dan gigi tetap. Didalam perkembangannya ada dua jenis gigi yaitu gigi susu yang merupakan gigi yang pertama kali muncul dan akan digantikan oleh gigi tetap pada saat umur tertentu. Perubahan perkembangan gigi susu menjadi gigi tetap da pat digunakan sebagai patokan dalam menaksir umur hewan.

Kalau melihat penjelasan diatas tadi begitu pentingnya fungsi mulut dan gigi itu, untuk itu rajin-rajinlah merawat dan menjaganya. Karena ini merupakan anugerah Tuhan kepada kita supaya lebih bersykur lagi. Semoga bermanfaat artikelnya, terimakasih.

Advertisement

Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *