Fungsi dan Jenis Enzim Pencernaan Ruminansia

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan mencoba menulis mengenai "Fungsi Enzim pada Pencernaan Ruminansia", mudah-mudahan artikel ini bisa lebih menambah wawasan kita mengenai enzim yang sangat penting sekali peranannya terhadap pencernaan.
Advertisement

Proses pencernaan selanjutnya dilakukan di usus. Di usus makanan dicerna dengan bantuan enzim yang secara garis besar terdiri atas tiga kelompok enzim yaitu :

Enzim pemecah karbohidrat

Karbohidrat yang banyak ditemukan dalam dinding sel tumbuhan yang merupakan bahan pakan utama ternak ruminansia adalah selulosa. Selulosa tersusun atas komponen dasar penyusun selulosa yang saling berikatan dengan ikatan glikosidik. Pada ternak tidak mempunyai enzim yang dapat memecah ikatan glikosidik ini sehingga perlu bantuan bakteri dan protozoa yang memiliki enzim pemecah ikatan tersebut.

Enzim yang bertanggung jawab terhadap pemecahan ikatan glikosidik tersebut adalah karbohidrase. Hasil pemecahan ini adalah disakarida, trisakarida dan polisakarida lain yang berantai lebih pendek. Karbohidrat dibedakan menjadi polisakarida dan oligosakarida. Enzim lain yang bertanggung jawab terhadap pencernaan karbohidrat adalah amilase yang terdapat pada ludah dan pankreas. Amilase ludah bertugas memecah ikatan glikosidik pada pati dan glikogen menjadi maltosa, glukosa dan oligosakarida. Amilase pankreas memecah pati menjadi dekstrin, maltotriosa dan maltosa.

Advertisement

Enzim lain yang penting dalam pencernaan karbohidrat adalah disakarida datau glikosidae yang akan menyederhanakan disakarida seperti maltosa, laktosa dan sukrosa menjadi glukosa, galaktosa dan fruktosa.

Enzim Pencerna Protein

Enzim proteolitik (pemecah protein) terdiri atas dua kelompok yaitu endopeptidase dan eksopeptidase. Kedua jenis enzim tersebut diperlukan untuk pencernaan protein baik pencernaan intraseluler maupun ekstraseluler. Endopeptidase bertanggung jawab untuk memecah ikatan peptida spesifik pada bagian tengah rantai protein. Kelompok enzim ini terdiri atas pepsin, tripsin dan kimotripsin.

Sedangkan eksopeptida berfungsi untuk memutuskan ikatan peptida di bagian ujung rantai polipeptida, baik yang diujung yang mengandung gugus amino maupun dekat ujung yang mengandung gugus karboksil. Pemutusan ikatan peptida dilakukan dengan bantuan enzim aminopeptidase.

Enzim Pencerna Protein

Enzim Pencernaan Lipid

Enzim Pencernaan Lipid

Pencernaan lipid atau lemak dimulai setelah bahan makanan yang mengandung lipid sampai di usus. Pencernaan terjadi dengan bantuan enzim lipase usus, lipase lambung dan lipase pankreas. Enzim lipase akan menghidrolisis lipid dan trigliserida menjadi digliserida, monogliserida dan asam lemak bebas. Pencernaan lemak ini akan dipermudah oleh keberadaan garam empedu yang mampu menurunkan tegangan permukaan dan mengemulsikan tetes lemak ukuran besar menjadi butiran yang lebih kecil. Untuk dapat digunakan oleh tubuh bahan pakan yang telah dicerna dengan berbagai aktivitas termasuk bantuan enzim harus diserap oleh tubuh.

Proses penyerapan sari makanan dari organ gastrointestinal terjadi dengan cara transpor pasif atau dengan difusi dipermudah. Transpor pasif terjadi karena ada perbedaan konsentrasi, sedangkan difusi dipermudah terjadi karena difusi dengan bantuan molekul carrier pada sel penyerap. Penyerapan karbohidrat dan protein berlangsung secara difusi dipermudah.


Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *