Sebutkan Ciri-ciri Meganthropus palaeojavanicus secara singkat

Ciri-ciri Meganthropus palaeojavanicus yaitu sebagai berikut. a. Sudah berbadan tegap dengan tonjolan tajam di belakang kepala. b. Bertulang pipi tebal dengan tonjolan kening yang mencolok dan tidak berdagu.
Advertisement

c. Otot kunyah, gigi, serta rahang besar dan kuat, diperkirakan makanan Meganthropus adalah jenis tumbuh-tumbuhan.

Ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki tulang rahang yang kuat
  2. Tidak memiliki dagu
  3. Menunjukkan ciri-ciri manusia tetapi lebih mendekati kera.
  4. Berbadan besar dan tegap
  5. Memiliki tulang pipi yang tebal
  6. Memiliki otot kunyah yang kuat
  7. Memiliki tonjolan kening yang mencolok
  8. Memiliki tonjolan belakang yang tajam
  9. Memiliki perawakan yang tegap
  10. Memakan jenis tumbuhan busuk

Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1936 di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Oleh karena temuan-temuan dari fosil Meganthropus ini masih sangat sedikit, maka sukar menempatkan dengan pasti kedudukannya dalam evolusi manusia dan hubungannya dengan Pithecanthropus.

Tahapan Evolusi Manusia Purba

Berbicara mengenai evolusi manusia, hingga detik ini pun masih belum adanya suatu kejelasan yang pasti. Para ahli sejarah memiliki pandangan atau teorinya masing-masing, yang menunjukkan bahwa masih banyaknya pendapat seputar evolusi manusia. Bukan suatu hal yang penting untuk memperdebatkan teori manakah yang sebenarnya paling benar. Karena setiap ahli berhak beropini mengenai topik bahasan dan karena masih belum adanya sumber data yang mencukupi untuk dapat menggambarkan proses evolusi secara biologis.

Advertisement

Tahapan mengenai evolusi manusia purba dapat disusun berdasarkan penemuan fosil manusia. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa proses evolusi manusia purba melalui beberapa tahapan. Dan inilah tahapan-tahapan evolusi manusia purba tersebut secara umum :

Tahapan pertama ialah jenis Australophitecus. Penemuan jenis manisia purba tersebut ditandai dengan adanya penemuan fosil tertua di daerah Afrika Selatan pada tahun 1925. Ditemukan oleh seorang ahli bernama Raymond Dart. Fosil ini ditemukan pada endapan pliosen dan diperkirakan usianya telah mencapai 3 juta tahun yang lalu. Disebut sebagai Australophitecus Africanus atau kera selatan dari Afrika. Pada fosil ini dapat juga diketahui cirri-ciri fisik dari Australophitecus, diantaranya memiliki otak sebesar 500cc, tinggi tubuh 125 cm, dan beratnya 25 kg (Soejono, 1984:8-9). Dan tampaknya jenis Australophitecus ini berevolusi menjadi Pithecanthropus atau disebut pula Homo Erectus.

Tahapan yang kedua dari evolusi selanjutnya ialah jenis Pithecanthropus. Ditandai dengan adanya penemuan fosil oleh Eugene Dubois di daerah Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Masih dengan cirri yang sama, ditemukan juga jenis Pithecanthropus di Choukoutien, Cina, dengan nama Pithecanthropus Pekinensis. Jenis ini diperkirakan hidup pada plestosen tengah sampai plestosen akhir. Pithecanthropus ini setingkat lebih maju dari jenis sebelumnya. Hal ini dapat diketahui dari ukuran volume otaknya yaitu sekitar 750-1300 cc, tinggi tubuhnya, dan bentuk gigi.

Masa berganti dan diperkirakan Pithecanthropus punah, berevolusi menjadi jenis Homo. Jenis Homo sendiri diketahui telah berevolusi menjadi dua tahapan. Yaitu Homo neanderthalensis dan Homo Sapiens.

Tahapan Homo neanderthalensis bermula dari penemuan fosil pada tahun 1856 di lembah Neander, Jerman oleh Dusseldorf. Selain di Jerman penemuan fosil sejenis juga ditemukan di daerah Eropa Tengah, Palestina, Eropa Barat, dan Rusia. Mempunyai cirri-ciri dahi miring, muka menonjol, volume otak 1600 cc (Howell, 1980).

Kemudian menginjak pada tahapan berikutnya yaitu Homo Sapiens. Homo Sapiens berawal dari penemuan fosil pada tahun 1968 di gua Cro-Magnon. Dikenal dengan Homo Sapiens cro-magnon. Volume otaknya 1660 cc, dahinya bagus, bentuk muka yang sangat lebar dan pendek, dan bentuk dagu yang menonjol ke depan (Howell, 1980).

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwasannya evolusi manusia purba ada beberapa tahap, diantaranya tahap pertama ditandai dengan munculnya fosil Australopithecus. Kemudian tahap selanjutnya adalah jenis Pithecanthropus. Disangka jenis ini punah, dan berevolusi menjadi Homo neanderthalensis dan Homo Sapiens.

Advertisement

Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *