Macam-macam Sel Darah Putih (Leukosit)

Sel darah putih juga banyak dikenal dengan nama leukosit, adalah sel-sel dari sistem kekebalan tubuh yang terlibat dalam melindungi tubuh terhadap penyakit menular dan penyerbu asing.
Advertisement

Semua leukosit diproduksi dan berasal dari sel multipoten dalam sumsum tulang dikenal sebagai sel induk hematopoietik. Leukosit dapat ditemukan di seluruh tubuh, termasuk darah dan sistem limfatik. Ada lima jenis yang berbeda dan beragam dari leukosit. Jenis ini dibedakan oleh karakteristik fisik dan fungsional mereka. Monosit dan neutrofil adalah fagosit.

Jumlah leukosit di dalam darah seringkali merupakan indikator penyakit, dan dengan demikian jumlah leukosit merupakan bagian penting dari tes darah lengkap. Jumlah sel putih yang normal biasanya antara 4 dan 11 × 109 / L. Di AS ini biasanya dinyatakan sebagai 4,000-11,000 sel darah putih per mikroliter darah. Mereka membentuk sekitar 1% dari volume total pada darah orang dewasa yang sehat. Peningkatan jumlah leukosit melewati batas diatas disebut leukositosis, dan penurunan di bawah batas batas bawah disebut leukopenia.

Nama “sel darah putih” berasal dari penampilan fisik dari sampel darah setelah sentrifugasi. Sel darah putih ditemukan berwana menglilap, tipis, lapisan biasanya putih dengan sel berinti. Leukosit berasal dari kata Yunani yang berarti leuko- “putih” dan kytos yang berarti “kapal berongga”, dengan -cyte diterjemahkan sebagai “sel” dalam penggunaan modern.

Advertisement

Berdasarkan ada atau tidaknya granula di dalam sitoplasmanya, leukosit dibagi menjadi leukosit tidak bergranula (agranulosit) dan leukosit bergranula (granulosit).

a) Agranulosit

Agranulosit merupakan leukosit yang tidak memiliki granula pada sitoplasmanya. Terdapat dua jenis agranulosit, yaitu limfosit dan monosit. Limfosit adalah leukosit yang tidak dapat bergerak dan memiliki satu inti sel. Limfosit berfungsi dalam membentuk antibodi. Limfosit berukuran antara 8–14 mikrometer. Monosit berukuran lebih besar daripada limfosit, yaitu 14–19 mikrometer. Monosit memiliki inti berbentuk menyerupai ginjal.

b) Granulosit

Granulosit merupakan leukosit yang memiliki granula pada sitoplasmanya. Berdasarkan sifat-sifat granul yang dimilikinya, granulosit dibedakan menjadi tiga, yaitu neutrofil, basofil, eosinofil.

Neutrofil memiliki granul-granul yang dapat menyerap zat warna netral. Basofil memiliki granul-granul yang dapat menyerap zat warna bersifat basa. Adapun granul-granul pada eosinofil dapat menyerap zat warna yang bersifat asam. Jumlah leukosit pada manusia sekitar 5.000–10.000 dalam setiap milimeter kubik darah. Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan jumlah eritrosit. Limfosit biasa diproduksi di jaringan limfa dan di sumsum tulang. Leukosit hanya berumur beberapa hari saja, bahkan beberapa jam.

Tabel Macam Sel Darah Putih Agranulosit

No

Agranulosit

Keterangan

1 Monosit Bersifat fagosit dan motil dengan inti bulat panjang.
2 Limfosit Tidak motil, inti satu, berfungsi untuk kekebalan. Limfosit membentuk 25% dari seluruh jumlah sel darah putih. Sel ini dibentuk di dalam kelenjar limfa dan dalam sumsum tulang. Selain itu dibagi lagi menjadi limfosit besar dan kecil

Tabel Macam Sel Darah Putih Granulosit

No

Granulosit

Keterangan

1 Netrofil Bersifat fagosit, intinya bermacam-macam, dengan bentuk bermacam-macam pula antara lain batang, bengkok, dan bercabang-cabang. Sel-sel netrofil paling banyak dijumpai pada sel darah putih. Sel golongan ini mewarnai dirinya dengan pewarna netral atau campuran pewarna asam dan basa beserta tampak berwarna ungu.
2 Basofil Bersifat fagosit dan cenderung berwarna biri. Warna biru ini disebabkan karena sel basofil menyerap pewarna basa
3 Eosinofil Bersifat fagosit dan cenderung berwarna merah. Sel eosinofil hanya sedikit dijumpai pada sel darah putih. Sel ini menyerap pewarna yang bersifat asam (eosin) dan kelihatan merah.

Granulasit dan monosit mempunyai peranan penting dalam perlindungan badan terhadap kuman-kuman penyakit. Dengan kemampuannya sebagai fagosit mereka memakan bakteri-bakteri hidup yang masuk ke peredaran darah. Pada waktu menjalankan fungsi ini mereka disebut fagosit. Dengan kekuatan gerakan amuboidnya ia dapat bergerak bebas di dalam mengitari seluruh bagian tubuh. Dengan cara ini ia dapat:

1) mengepung daerah yang terkena infeksi

2) menangkap kuman-kuman penyakit hidup

3) menyingkirkan bahan lain seperti kotoran-kotoran.

sel darah putih
Macam-macam sel darah putih, yaitu (a) limfosit, (b) monosit, (c) neutrofil, (d) basofil, dan (e) eosinofil

Granulosit juga mempunyai enzim yang dapat memecah protein yang memungkinkan merusak jaringan hidup, menghancurkan, dan membuangnya. Dengan cara ini jaringan yang rusak atau terluka dapat dibuang dan memungkinkan untuk penyembuhan. Sebagai hasil kerja fagositik dari sel darah putih, yaitu peradangan dapat dihentikan sama sekali. Bila kegiatan sel darah putih tersebut tidak berhasil dengan baik, maka dapat terbentuk nanah. Nanah berisi kuman-kuman yang sudah mati.

Advertisement

Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *