Penjelasan ciri-ciri Protozoa

Protista seperti Hewan disebut protozoa. Kebanyakan terdiri satu sel. Seperti binatang, protozoa adalah heterotrofik dan mampu bergerak. Contoh protozoa termasuk amuba dan paramesium.
Advertisement

Apakah makhluk seperti binatang, tapi bukan hewan? Jawabannya protista seperti hewan, atau protozoa. Protista ini memiliki kemampuan untuk bergerak, biasanya dengan semacam silia atau flagela, dan harus mendapatkan energi mereka dari sumber lain. Tapi jelas, mereka jauh lebih sederhana daripada hewan.

Protista mirip Hewan: Protozoa

Protista mirip Hewan yang biasa disebut protozoa. Karena protozoa terdiri dari satu sel. Mereka seperti hewan karena mereka heterotrof, dan mampu bergerak.

Meskipun protozoa bukan binatang, mereka dianggap sebagai nenek moyang hewan. Protozoa adalah organisme uniseluler (bersel satu ). Protozoa adalah organisme eukariotik yaitu memiliki nukleus yang dilapisi membran dengan ukuran kira-kira 100-300 mikron. Tidak seperti bakteri atau tumbuhan, protozoa kehilangan dinding sel. mereka dapat hidup individual atau membentuk kelompok (koloni).

Advertisement

Ekologi Protozoa

Protozoa umumnya makan dengan menelan dan mencerna organisme lain. Sebagai konsumen, mereka memiliki berbagai peran dalam rantai makanan dan jaring makanan. Beberapa adalah predator. Mereka memangsa organisme bersel tunggal lainnya, seperti bakteri. Bahkan, protozoa predator dapat menekan banyak populasi bakteri tetap terjaga. Protozoa lainnya adalah herbivora. Mereka merumput pada alga. Yang lain adalah pengurai. Mereka mengkonsumsi bahan organik mati. Ada juga protozoa parasit yang hidup di dalam atau inang hidup. Misalnya, protozoa yang menyebabkan malaria hidup dalam inang manusia. Protozoa juga merupakan sumber makanan penting bagi banyak organisme yang lebih besar, termasuk serangga dan cacing.

Klasifikasi Protozoa

Protozoa dapat diklasifikasikan atas dasar bagaimana mereka bergerak. Seperti yang ditunjukkan pada Tabel di bawah ini, protozoa bergerak dalam tiga cara yang berbeda. Hanya Sporozoa yang tidak bisa bergerak. Perhatikan bahwa klasifikasi ini didasarkan hanya pada perbedaan dalam gerakan. Ini tidak mewakili hubungan filogenetik.

protozoa

Jenis Protozoa Cara bergerak Contoh (Genus)
Amoeboid pseudopoda Amoeba
Ciliata Silia Paramecium
Flagellata flagella Giardia
Sporozoa Tidak bergerak (saat dewasa) Plasmodium

Berdasarkan alat geraknya, Protozoa digolongkan atas;

a. Mastigophora atau Flagellata, bergerak menggunakan bulu cambuk (Flagela) contohnya Trypanosoma gambiense.

b. Sarcodina atau Rhizopoda, bergerak menggunakan kaki semu (pseudopodia), contohnya Amoeba proteus.

c. Ciliata atau Ciliophora, bergerak menggunakan bulu getar (silia), contoh: Paramaecium, Didinium, Stentor, Vorticella.

d. Sporozoa, tidak memiliki alat gerak khusus dan berkembang biak dengan spora, contohnya Plasmodium. Berbagai contoh keempat filum di atas, perhatikan gambar

Berbagai contoh Protozoa mewakili empat filum yaitu a. Amoeba, b. Vorticella, c. Plasmodium, d. Trypanosoma.

Berikut ini penjelasan tentang penggolongan dari kingdom protista berdasarkan alat geraknya.

a. Mastigophora atau Flagellata

Flagellata berasal dari kata flagel artinya cambuk atau Mastigophora dari mastig artinya cambuk, phora artinya gerakan. Semua anggota filum flagellata bergerak menggunakan flagel. Bentuk tubuh flagellata tetap karena dilindungi oleh pelikel. Di antara Flagellata ada yang hidup bebas, ada pula yang hidup bersimbiosis dalam tubuh hewan, tetapi kebanyakan bersifat parasit. Flagellata berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner secara longitudinal, sedangkan reproduksi seksual belum banyak diketahui.

b. Rhizopoda atau Sarcodina

Contoh Rhizopoda yang sangat dikenal adalah Amoeba sp. Amoeba memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia). Bentuk sel amoeba tidak tetap, sitoplasmanya terdiri dari ektoplasma dan endoplasma. Habitat organisme ini di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian kecil hidup di dalam tubuh hewan atau manusia. Ektoplasma Amoeba sp. bersifat lebih kental dari endoplasma, sehingga aliran endoplasma dan ektoplasma tersebut berperan dalam penjuluran dan penarikan pseudopodia. Dengan cara ini Amoeba bergerak untuk menangkap makanan. Amoeba berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner. Apabila kondisi lingkungan tidak menguntungkan, amoeba dapat mempertahankan hidupnya dengan membentuk kista. Kista adalah bentuk penebalan plasma guna melindungi diri dari lingkungan yang tidak menguntungkan.

c. Ciliata

Ciliata bergerak dengan menggunakan rambut getar (silia). Silia ini ada yang tumbuh merata pada seluruh permukaan tubuh, tetapi ada pula yang hanya tumbuh pada bagian tertentu dari tubuh hewan tersebut.  Ciliata umumnya hidup bebas di lingkungan berair yang banyak mengandung bahan organik, dan ada pula yang hidup parasit. Ciliata yang hidup bebas contohnya Paramaecium caudatum, Didinium, Stentor, dan Vorticella. Hanya sedikit jenis ciliata yang hidup sebagai parasit, contohnya Balantidium yang hidup pada usus besar ternak atau manusia. Ciliata berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner membujur. Reproduksi seksual dilakukan dengan konjugasi.

d. Sporozoa

Hewan-hewan bersel satu yang tidak memiliki alat gerak dikelompokkan dalam sporozoa. Anggota filum Sporozoa hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. Pada salah satu tahapan siklus hidupnya memiliki bentuk seperti spora. Tubuh Sporozoa berbentuk bulat atau oval, mempunyai nukleus, tetapi tidak mempunyai vakuola kontraktil. Makanan diserap langsung dari hospesnya melalui permukaan tubuh, demikian pula respirasi dan ekskresinya melalui permukaan tubuh. Beberapa contoh hewan yang termasuk dalam filum Sporozoa adalah Toxoplasma gondii yang menyebabkan penyakit Toksoplasmosis. Toxoplasma gondii masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, misalnya daging yang tercemar kista toxoplasma dari kotoran kucing. Infeksi Toxoplasma gondii membahayakan bagi ibu hamil karena dapat mengakibatkan bayi yang lahir cacat, bahkan dapat membunuh embrio. Contoh lainnya adalah Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia. Plasmodium masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Di dalam tubuh manusia, Plasmodium menyerang sel darah merah dan sel hati. Dikenal ada 4 jenis Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria, yaitu Plasmodium vivax, Plasmodium ovale yang menyebabkan penyakit malaria tertiana, Plasmodium falciparum menyebabkan penyakit malaria tropikana, dan Plasmodium malariae menyebabkan penyakit malaria kuartana. Siklus hidup Plasmodium terbagi menjadi dua, yaitu di dalam tubuh manusia dan di dalam tubuh nyamuk Anopheles betina.

Ringkasan

protista seperti Hewan disebut protozoa. Kebanyakan terdiri satu sel. Seperti binatang, protozoa adalah heterotrofik dan mampu bergerak. Contoh protozoa termasuk amuba dan paramesium.

Advertisement

Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *