Struktur dan fungsi akar

Apakah Anda tahu bahwa apa yang Anda lihat di atas tanah pada tumbuhan benar-benar ditentukan oleh apa yang Anda tidak dapat lihat di bawah tanah? Apa yang terjadi di bawah tanah, di mana akar tumbuhan hidup, pertumbuhan tumbuhan terjadi. Semakin besar dan sehat sistem akar akan menghasilkan tumbuhan lebih besar dan sehat.
Advertisement

Apa yang akar lakukan? Banyak hal. Salah satunya adalah untuk memberikan jangkar pada tumbuhan untuk tetap di tempat. Lebih penting lagi, akar adalah jalur kehidupan tumbuhan, mengambil udara, air, dan nutrisi dari tanah dan memindahkan mereka ke dalam daun, di mana mereka dapat berinteraksi dengan sinar matahari untuk menghasilkan gula, rasa, dan energi untuk tumbuhan. Itulah keajaiban bagaimana hal-hal berkembang.

Selain itu, ahli biologi telah baru-baru ini menemukan bahwa akar sebenarnya mengeluarkan senyawa yang mempengaruhi mikroorganisme dalam tanah, melakukan hal-hal seperti membantu untuk melindungi tumbuhan dari penyakit dan membantu menyerap nutrisi dalam tanah. Ada banyak aktivitas yang terjadi bawah tanah.

Sistem akar tanaman terus-menerus menyediakan batang dan daun dengan air dan mineral terlarut. Dalam rangka untuk mencapai hal ini akar harus tumbuh menjadi daerah baru di dalam tanah. Pertumbuhan dan metabolisme dari sistem akar tanaman didukung oleh proses fotosintesis yang terjadi di daun. Fotosintat dari daun diangkut melalui floem ke sistem akar. Struktur akar membantu dalam proses ini. Bagian ini akan meninjau bagian-bagian akar dan fungsinya.

Advertisement

Akar primer, atau radikula, adalah organ pertama yang muncul ketika benih berkecambah. Tumbuh ke bawah ke dalam tanah sebagai penahan bibit. Dalam gymnosperma dan tumbuhan dikotil, radikula menjadi akar tunggang. Tumbuh ke bawah, dan bercabang, atau sekunder kemudian tumbuh akar lateral. Jenis sistem ini yang kemudian disebut sistem akar tunggang. Dalam beberapa tanaman, seperti wortel dan lobak, akar tunggang yang berfungsi sebagai organ penyimpanan dan menjadi bengkak dengan bahan makanan.

Rumput dan tumbuhan monokotil lainnya memiliki sistem akar serabut, ditandai dengan massa akar dengan diameter yang hampir sama. Jaringan akar ini tidak muncul sebagai cabang dari akar utama tetapi terdiri dari banyak akar percabangan yang muncul dari pangkal batang.

Akar tumbuh panjang terkait dengan tujuan mereka yaitu mencari air dan sumber mineral. Ujung sangat akar ditutupi oleh pelindung yang disebut tudung akar. Tepat di belakang tudung akar terletak meristem apikal yaitu jaringan sel yang aktif membagi.

akar tunggang dan serabut
akar tunggang dan serabut

Struktur anatomi akar terdiri atas beberapa jaringan. Pada penampang melintang akar muda, susunan lapisan akar dari luar hingga ke dalam adalah epidermis, korteks, endodermis, dan stele.

Epidermis

Epidermis akar tersusun dari selapis sel. Dinding sel epidermis tipis dan biasanya tanpa kutikula. Namun, pada akar napas dari Archidaceae dan Araceae yang merambat dan hidup di daerah tropika, epidermis berkembang menjadi berlapis banyak. Bentuk sel epidermis demikian disebut velamen.

Pada umumnya, akar memiliki penonjolan sel-sel epidermis yang tegak lurus terhadap permukaan akra dan berbentuk tabung. Penonjolan sel-sel epidermis demikian dikenal sebagai rambut akar, rambut akar biasanya terdapat di belakang ujung akar dengan panjang satu hingga beberapa sentimeter. Dengan adanya rambut akar, luas permukaan penyerapan (berupa air dan garam mineral) menjadi bertambah.

Korteks

Korteks dibangun oleh sel-sel parenkim berdinding tipis. Selanjutnya sel tersebut tidak tersusun rapat sehingga memungkinkan air dan garam mineral bergerak melalui korteks tanpa masuk kedalam sel. Sel-sel korteks mengandug butir-butir pati sehingga fungsinya dikaitkan sebagai tempat penyimpanan makanan.

Endodermis

Endodermis adalah selapis sel yang membatasi korteks dengan stele (perisikel). Pada dinding sel-sel endodermis terdapat lapisan suberin dan lignin yang bersifat impermeabel. Lapisan tersebut menempel mengelilingi dinding radial dan dinding melintang sehingga membentuk struktur yang disebut pita kaspari. Adanya pita kaspari menyebabkan air dan garam mineral tidak dapat masuk melintasi dinding sel. Untuk mencapai stele, air dan garam mineral akan masuk melalui sel-sel endodermis lainnya yang tidak mengalami penebalan. Sel-sel endodermis demikian di sebut sel penerus. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa endodermis berfungsi mengatur masuknya garam-garam mineral ke dalam stele.

Stele

Stele (silinder pusat atau silinder pembuluh) terdiri atas jaringan pembuluh dan jaringan penunjang. Pada bagian terluar stele terdapat satu atau beberapa lapisan sel yang disebut perisikel. Perisikel memiliki kemampuan untuk membelah dan berkembang membentuk cabang atau akar lateral.

Bagian utama dari stele adalah berupa jaringan pembuluh. Xilem tampak seperti bentuk bintang karena adanya penonjolan radial dari daerah pusat ke arah perisikel. Sementara itu floem ditemukan diantara penonjolan-penonjola xilem. Susunan jaringan pembuluh demikian terdapat pada akar dikotil. Berbeda dengan akar tumbuhan dikotil, pada akar tumbuhan monokotil letak xilem dan floem bersalang membentuk lingkaran.

Pada umumnya, akar tumbuhan dikotil memiliki pertumbuhan sekunder . sel-sel yang teradapat di antara xilem dan floem berfungsi sebagai kambium pembuluh. Sebaliknya akar tumbuhan monokotil tidak memiliki pertumbuhan sekunder. Sel-sel yang terdapat diantara xilem dan floem akan tumbuh menjadi sel-sel parenkim dan sel sklerenkim.

Fungsi akar pada tumbuhan, antara lain sebagai berikut :

  • Melekatkan tumbuhan pada substrat
  • Menyerap air dan berbagai garam mineral
  • Tempat menyimpan makanan
  • Sebagai alat pernapasan, misalnya pada tumbuhan rawa.
  • Menghasilkan hormon yang dapat merangsang pertumbuhan batang.

Advertisement

Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *