Ciri-ciri Tumbuhan Paku (Pteridophyta) secara umum

Ciri-ciri; tumbuhan tersusun atas akar, batang, dan daun, telah mempunyai sistem pembuluh angkut tumbuhan paku juga mengalami metagenesis melalui generasi gametofit dan generasi sporofit. Generasi sporofit merupakan tumbuhan paku itu sendiri, umunya lebih lama.
Advertisement

Pteridophyta atau tumbuhan paku adalah tumbuhan kormus yang paling sederhana. Semua tumbuhan paku memiliki empat struktur penting, yaitu: Lapisan pelindung sel yang steril pada sekeliling organ reproduksi. Embrio multiseluler yang terdapat pada arkegonium Kutikula pada bagian luar. Sistem transpor internal yang mengangkut air dan nutrisi dari dalam tanah. Sistem pembuluh angkut tumbuhan paku sudah mirip dengan sistem transport pada tumbuhan tingkat tinggi. Penjelasan ciri-ciri Pteridophyta sebagai berikut:

Akar

Akar tumbuhan  paku  adalah  akar  serabut  yang  berupa  rizoma.  Ujung akar dilindungi oleh kaliptra. Pada titik tumbuh akar terdapat sebuah set puncak berbentuk bidang empat yang membelah ke empat arah menurut bidang sisinya. Sel yang dibentuk ke arah luar akan membentuk  kaliptra,  sedangkan ketiga arah lainnya akan menjadi sel-sel akar. Sel-sel akar akan membentuk epidermis (kulit luar), korteks (kulit dalam), dan silinder pusat (stele). Pada silinder pusat terdapat berkas pembuluh yang bertipe konsentris, dengan xilem dikelilingi oleh floem.

Batang

Batang pada tumbuhan paku sebagian besar tak tampak karena berada di dalam tanah. Apabila muncul dari permukaan tanah batangnya sangat pendek. Namun, ada beberapa jenis  paku tiang yang memiliki batang dengan panjang mencapai 5 meter seperti Cyathea dan Alsophila.

Advertisement

Daun

Daun tumbuhan paku memiliki ciri khas, yaitu pada daun menggulung pada waktu muda.

Berdasarkan bentuk, ukuran, dan susunannya, daun tumbuhan paku dibedakan menjadi dua, yaitu daun mikrofll dan makrofll.

1) Mikrofil adalah daun yang berukuran kecil seperti rambut atau sisik, tidak memiliki tangkai, dan tidak bertulang daun. Mikrofil belum memperlihatkan adanya diferensiasi sel. Daun tersebut tidak dapat dibedakan antara bagian epidermis, tulang daun, maupun daging daunnya.

2) Makrofil adalah daun yang berukuran besar, bertangkai, bertulang daun, dan bercabang. Sel makrofil sudah mengalami diferensiasi, sehingga dapat dibedakan bagian-bagiannya. Pada makrofil dapat dibedakan antara jaringan tiang (palisade), jaringan bunga karang (spons) , tulang daun, dan terdapat stomata.

Ada pula yang membedakan daun tumbuhan paku menjadi dua, yaitu paku heterofil dan homofil. Paku heterofil memiliki dua macam daun yang berbeda ukurannya, misalnya Drymoglossum yang memiliki sporofil yang lebih panjang dibandingkan dengan tropofll. Paku homofil memiliki daun yang ukurannya sama, misalnya suplir (Adiantum cuneatum) dan Nephrolepis.

Struktur turmbuhan paku
Struktur turmbuhan paku

Berdasarkan fungsinya, daun tumbuhan paku dibedakan menjadi  dua, yaitu:

  • Tropofil merupakan daun steril yang berfungsi untuk proses fotosintesis
  • Sporofil merupakan daun fertil yang berfungsi untuk menghasilkan spora yang bersifat haploid. Sporofil juga dapat melakukan fotosintesis, sehingga  disebut  troposporofil.

Spora

Spora tumbuhan paku berada dalam sporangium atau kotak spora. Sporangium berada di dalam kotak yang  terbuka atau tertutup oleh indusium. Di dalam sporangium terdapat annulus yaitu sejumlah sel penutup yang berdinding tebal dan membentuk cincin. Bila sporangium kering maka, annulus akan membuka dan menyebarkan spora. Kumpulan sporangium disebut sorus. Sorus biasanya berada di bagian permukaan bawah daun. Berikut ini letak sorus pada beberapa jenis tumbuhan paku:

  • Bagian daun sebelah bawah, contoh Angiospteris erecta
  • Bagian tepi daun sebelah bawah, contoh Adiantum cuneatum (suplir)
  • Sepanjang daun sebelah bawah, contoh Drymoglossum heterophilum (paku sisik naga)
  • Sepanjang tulang daun, contoh paku  sarang burung.

Selain berbentuk sorus, sporangium dapat membentuk suatu bangun kerucut bersama sporofil yang disebut stobilus. Contohnya, Lycopodium dan Selaginella. Sporangium juga terkadang terbungkus oleh daging buah (karpelum) yang disebut sporokarp. Contohnya, Salvinia, Azolla, dan paku air lainnya.

Berdasarkan spora yang dihasilkannya, tumbuhan paku dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1) Paku homospora(isospora),yaitu kelompoktumbuhan paku yang menghasilkan satu jenis spora, dengan bentuk dan ukuran yang sama.  Paku homospora disebut juga tumbuhan berumah satu (monoseus) karena sporanya akan tumbuh menjadi protalium yang menghasilkan anteridium dan arkegonium. Misalnya pada Lycopodium (paku kawat), Nephrolepis, Drymoglossum, dan Dryopteris.

2) Paku heterospora (anisospora), yaitu tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berlainan. Spora yang besar atau megaspora yaitu spora betina yang akan tumbuh menjadi megaprotalium untuk menghasilkan arkegonium. Spora yang kecil atau mikrospora adalah spora jantan yang akan tumbuh menjadi mikroprotalium untuk menghasilkan anteridium. Paku heterospora disebutjuga paku berumah dua (dioseus). Misalnya pada Selaginella (paku rane) dan Marsilea crenata (semanggi)

3) Paku peralihan, yaitu tumbuhan paku peralihan antara paku homospora dan heterospora. Paku peralihan mempunyai spora dengan  bentuk  dan  ukuran  sama,  namun  berbeda jenis kelaminnya. Spora akan tumbuh menjadi protaliun  yang menghasilkan salah satu alat kelamin, anteridium atau arkegonium saja. Paku peralihan termasuk berumah dua. Contohnya pada Equisetum debile (paku ekor kuda).

Gametofit

Gametofit pada tumbuhan paku berupa talus. Pada gametofit paku dewasa, terdapat struktur pipih kecil yang berbentuk hati dan melekat di tanah yang disebut protalus (protalium). Protalus bisa menghasilkan anteridium dan arkegonium di bagian bawahnya. Umumnya, gametofit tumbuhan lumut memiliki klorofil, sehingga dapat berfotosintesis. Namun, ada pula yang tidak bisa berfotosintesis, sehingga harus bersimbiosis dengan jamur untuk mendapatkan nutrisi.

Habitat

Habitat tumbu han paku di darat. Ada beberapa jenis paku yang dapat beradaptasi untuk hidup di air.  Umumnya,  tumbuhan paku berada di dataran rendah, tepi pantai, atau lereng gunung. Tumbuhan  paku menyukai tempat yang teduh  dan  lembap.

Pteridophyta dibagi menjadi empat kelas yaitu:

Psilophytinae (paku purba)

Ciri-ciri; daun berupa sisik tumbuhan pada batang, sporangium berada diketiak daun.

Contoh: Psilotum.

Lycopodinae (paku karet)

Ciri-ciri: daun berupa sisik tersebar pada batang, sporangium membentuk strobilus diujung batang.

Contoh: Lycopodium clavatum dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan.

Equisetinae (paku ekor kuda)

Ciri-ciri: batang berongga, daun seperti sisik tersusun melingkar pada setiap ruas batang, sporangium tersusun dalam strobilus di ujung batang. Contoh: Equisetum sp.

Filicinae (paku sejati)

Ciri-ciri: daun berukuran besar, sporangium terkumpul membentuk sorus di permukaan, tepi atau ujung daun.

Contoh: marsilea crenata (semanggi), sebagai bahan makanan atau sayur.

Advertisement

Facebook Twitter

2 thoughts on “Ciri-ciri Tumbuhan Paku (Pteridophyta) secara umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *