Hubungan Energi dan Reaksi biokimia

Reaksi kimia selalu melibatkan energi. Reaksi kimia yang melepaskan energi merupakan reaksi eksotermik, dan reaksi kimia yang menyerap energi merupakan reaksi endotermik. Energi yang dibutuhkan untuk memulai reaksi kimia adalah energi aktivasi.
Advertisement

Apa itu energi? Dari mana energi Anda berasal? Dapatkah energi didaur ulang? Ini sekelompok semut yang memecah pohon mati. Sebuah contoh klasik dari kerja sama tim. Dan semua pekerjaan yang membutuhkan energi. Bahkan, setiap reaksi kimia – reaksi kimia yang memungkinkan sel-sel pada semut melakukan pekerjaan – membutuhkan energi untuk memulai. Dan semua energi yang berasal dari makanan yang semut makan. Apapun makan semut akan memberikan energi bagi semut. Energi melewati sebuah ekosistem dalam satu arah saja.

Reaksi Kimia dan Energi

Reaksi kimia selalu melibatkan energi. Energi adalah properti dari materi yang didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan usaha. Ketika metana terbakar, misalnya, melepaskan energi dalam bentuk panas dan cahaya. Reaksi kimia lainnya menyerap energi dan bukan melepaskannya.

Reaksi eksotermis

Reaksi kimia yang melepaskan energi (sebagai panas) disebut reaksi eksotermis. Jenis reaksi dapat diwakili oleh persamaan kimia umum:

Advertisement

Reaktan → Produk + Panas

Selain pembakaran metana, contoh lain dari reaksi eksoterm adalah klorin bergabung dengan natrium untuk membentuk garam meja. Reaksi ini juga melepaskan energi.

Reaksi endotermik

Reaksi kimia yang menyerap energi disebut reaksi endoterm. Jenis reaksi juga dapat diwakili oleh persamaan kimia umum:

Reaktan + Panas → Produk

Apakah Anda pernah menggunakan kompres dingin kimiawi (Pak)? Pak mendingin karena reaksi endotermik. Ketika tabung dalam kemasan rusak, ia melepaskan bahan kimia yang bereaksi dengan air di dalam kemasan. Reaksi ini menyerap energi panas dan cepat mendinginkan pak.

Energi Aktivasi

Semua reaksi kimia membutuhkan energi untuk memulai. Bahkan reaksi yang melepaskan energi membutuhkan dorongan energi untuk memulai. Energi yang dibutuhkan untuk memulai reaksi kimia disebut energi aktivasi. Energi aktivasi seperti dorongan awal saat anak perlu mulai turun dalam bermain slide. Dorongan awal memberikan energi yang cukup anak untuk mulai bergerak, tetapi setelah ia mulai, ia terus bergerak tanpa didorong lagi. Energi aktivasi diilustrasikan pada Gambar di bawah.

 

Energi Aktivasi
Energi aktivasi. Energi aktivasi memberikan “dorongan” yang diperlukan untuk memulai reaksi kimia. Apakah reaksi kimia dalam gambar ini reaksi eksotermik atau endotermik?

Mengapa semua reaksi kimia membutuhkan energi untuk memulai? Agar reaksi dimulai, molekul reaktan harus berbenturan satu sama lain, sehingga mereka harus bergerak, dan gerakan membutuhkan energi. Ketika molekul reaktan bertemu bersama-sama, mereka dapat saling tolak menolak karena gaya antarmolekul mendorong mereka terpisah. Mengatasi gaya ini sehingga molekul dapat datang bersama-sama dan bereaksi juga membutuhkan energi.

Ringkasan

Reaksi kimia selalu melibatkan energi. Reaksi kimia yang melepaskan energi merupakan reaksi eksotermik, dan reaksi kimia yang menyerap energi merupakan reaksi endotermik. Energi yang dibutuhkan untuk memulai reaksi kimia adalah energi aktivasi.

Advertisement

Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *