Pengertian dan tahap sintesis protein

Manusia, hewan, dan tumbuhan sangat memerlukan protein sebagai unsur utama penyusun tubuhnya. Protein pada manusia dan hewan terdapat paling banyak pada membran sel, sitoplasma, dan dalam darah.
Advertisement

Ada yang berfungsi sebagai zat antibodi, pentranspor gas seperti pada sel darah merah, serta sebagai zat pengatur seperti hormon. Dengan kata lain, keberadaan protein sangat penting artinya untuk manusia dan tumbuhan untuk melangsungkan hidupnya.

Manusia dan hewan butuh protein untuk memperbesar diri agar dapat tumbuh dan berkembang menuju kedewasaan. Protein tersebut diperoleh dari makanan yang dikonsumsi setiap hari. Jika mahluk hidup kurang makan, maka akan terjadi penipisan protein di dalam tubuh. Dan jika sudah sangat defisit, mahluk hidup tersebut dapat mati atau meninggal.

Beda halnya dengan manusia dan hewan, tumbuhan dapat mengambil zat-zat anorganik dari lingkungannya seperti karbon dioksida, air dan nitrat untuk dijadikan protein. Protein tersebut akan digunakan oleh tumbuhan untuk memperbesar diri menjadi dewasa dan melangsungkan kehidupan. Inilah salah satu penyebab mengapa manusia dan hewan harus mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan setiap hari.

Advertisement

Protein termasuk ke dalam mahluk yang diciptakan Allah yang memiliki keterbatasan waktu. Namun masa hidup protein yang satu dengan protein yang lain berbeda-beda. Darah misalnya,diperbaharui ± 3 bulan sekali. Protein yang mati harus segera diganti dengan protein yang baru untuk melanjutkan system kerja tubuh agar tetap berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya.

Protein baru akan disintesis atau dibuat oleh perangkat lain yang berada di dalam tubuh dengan satu pengawasan utama. Peoses membuat protein baru yang akan digunakan untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak atau penambahan sel-sel tubuh tersebut dinamakan dengan sintesis protein. Karena tubuh manusia dan hewan merupakan kumpulan dari bermilyar-milyar sel, maka pembuatan tersebut terjadi di dalam sel.

Di dalam sintesis protein, dikenal istilah dogma pusat dari Biologi Molekuler, yang menyatakan bahwa informasi genetik itu beralih dari asam nukleat ke protein. Dengan kata lain, DNA merupakan pemegang informasi dan sekaligus pengontrol sampainya informasi ke protein.Tahap pertama dari dogma itu dikenal dengan proses transkripsi yang yang menghasilkan RNA duta yang bersifat tidak menimbulkan perubahan kode (informasi) dan tahap kedua yaitu proses translasi yang menghasilkan protein, bersifat menimbulkan perubahan kode.

Pada tahun 1968, Barry Commoner menduga bahwa informasi genetik dapat beralih secara memutar (sirkuler), yaitu dengan DNA mencetak RNA, dan RNA dapat membuat DNA kembali dengan cara transkripsi balik menggunakan enzim DNA polymerase bergantung RNA (disebut juga “transcriptase balik”).

Pendapat ini menjadi sebuah hal yang penting bagi Biologi Molekuler karena ditemukannya dogma baru yang selanjutnya disebut “dogma sentran balik”.

Adanya teori tentang dogma pusat semakin mempengaruhi perkembangan pengertahuan sintesis protein karena berawal dari teori itulah kini sintesis protein semakin diketahui dengan jelas proses-prosesnya.

Tahap

Ekspresi gen merupakan proses penerjemahan informasi yang dikode di dalam gen menjadi urutan asam amino melalui proses sintesis protein. Sintesis protein terdiri dari dua tahap sebagai berikut :

Transkripsi

Transkripsi terjadi di dalam inti sel. Transkripsi merupakan proses sintesis RNA dari salah satu rantai DNA. Rantai yang di cetak disebut rantai sens, sedangkan rantai DNA komplemennya disebut rantai antisens. Rantai dobel heliks DNA dibuka dengan enzim RNA polimerase. Setelah dobel heliks membuka, RNAd akan dibentuk sepanjang salah satu pita DNA. Basa RNAd komplementer dengan basa DNA. Setelah RNAd menerima pesan genetik secara lengkap, RNAd akan meninggalkan nukleus melalui pori-pori membran nukleus dan menuju ke ribosom sitoplasma. Sementara itu RNAt mulai mengikat asam amino yang telah berenergi dengan ATP. Pengikatan ini memerlukan bantuan enzim amino hasil sintetase. Selanjutnya RNAt menuju ke ribosom.

Translasi

Translasi adalah proses interpretasi suatu kode genetik enjadi protein yang sesuai. Setelah sampai di ribosom, 3 basa RNAt akan berpasangan dengan 3 basa dari RNAd . ribosom dan RNAd bergerak satu dengan yang lain. Setiap protein yang tumbuh akan mengalami penambahan asam amino, setiap kali ribosom melalui 3 nukleotida RNAd yang baru. Asam amino pertama akan segera lepas dan berangkai dengan asam amino berikutnya dengan perantaraan peptida. RNAt akan melengkapi penerjemahan pesan yang di bawa oleh RNAd. RNAt yang datang pertama kali akan segera lepas dari RNAd dan bebas kembali ke sitoplasma.

Advertisement

Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *