Pengertian Imunisasi Aktif dan Pasif

Imunisasi aktif adalah suatu usaha untuk mendapatkan kekebalan tubuh pada ternak melalui pemberian antigen pada ternak sehingga ternak menanggapinya dengan meningkatkan tanggap kebal protektif berperantaraan sel atau antibodi atau keduaduanya. Imunisasi pasif adalah suatu usaha untuk mendapatkan kekebalan tubuh ternak dengan cara memindahkan antibodi dari ternak resisten kepada ternak yang rentan.
Advertisement

Dokter anak dapat melindungi anak Anda dengan pemberian imunisasi tidak hanya aktif, tapi kadang-kadang mereka dapat menggunakan apa yang dokter sebut imunisasi pasif. Ketika anak Anda menerima imunisasi aktif, vaksin mencegah penyakit menular dengan mengaktifkan produksi tubuh dari antibodi yang dapat melawan invasi bakteri atau virus. Imunisasi pasif, di mana antibodi terhadap agen infeksius tertentu diberikan secara langsung kepada anak atau orang dewasa, kadang-kadang tepat.

Antibodi ini diambil dari donor dan kemudian diolah sehingga persiapan akhir mengandung konsentrasi antibodi yang tinggi. Pada saat itu, mereka diberikan dalam vena atau dengan suntikan kepada pasien.

Imunisasi pasif sering digunakan pada anak-anak dan orang dewasa yang sistem kekebalannya melemah atau mungkin tidak menjadi kandidat yang baik untuk vaksinasi rutin untuk alasan lainnya. Hal ini dapat digunakan dengan orang-orang yang belum divaksinasi terhadap penyakit yang mereka telah terpapar. Misalnya, imunisasi rabies pasif (rabies immune globulin) umumnya digunakan setelah jenis tertentu binatang liar mengigit anak. Imunisasi pasif untuk hepatitis A (gamma globulin) dapat membantu bagi orang-orang yang bepergian ke bagian dari dunia di mana hepatitis A adalah hal yang umum. Mereka biasanya diberikan sebelum anak-anak atau orang dewasa pergi melakukan perjalanan mereka.

Advertisement

Jika ada cukup waktu, vaksinasi aktif adalah lebih baik. Perlu diingat bahwa imunisasi pasif hanya memberikan perlindungan jangka pendek yang sering berlangsung hanya beberapa minggu sebelum antibodi yang dikenakan dan dikeluarkan dari aliran darah. Sebaliknya, imunisasi aktif dapat menghasilkan antibodi yang berlangsung seumur hidup.

Imunisasi Pasif

Imunisasi pasif adalah suatu usaha untuk mendapatkan kekebalan tubuh ternak dengan cara memindahkan antibodi dari ternak resisten kepada ternak yang rentan. Ternak rentan tidak perlu secara aktif berbuat sesuatu untuk menjadi kebal, di dalam tubuh terna ktidak terjadi reaksi antara antigen dengan antibodi. Resistensi yang dihasilkan hanya bersifat sementara, memberi perlindungan yang cepat namun cepat pula dikatabolisme, sehingga ternak resipien menjadi rentan kembali terhadap infeksi ulang. Tidak ada sel ingatan yang akan melindungi ternak apabila antibodi telah habis. Pada ayam, imunitas pasif diturunkan dari induk kepada anak ayam melalui kuning telur.

Contoh-contoh imunisasi pasif, antara lain adalah (1) antibodi dalam kolustrum yang diberikan oleh induk sapi kepada pedet yang baru lahir. (2) antibodi yang diberikan induk ternak lewat plasenta saat fetus masih dalam kandungan. (3) antitoksin tetanus yang diberikan pada ternak untuk memberi perlindungan segera terhadap tetanus. (4) Antiserum anthrax yang diberikan kepada ternak untuk memberi perlindungan segera terhadap penyakit anthrax.

Imunisasi Aktif

Pengertian Imunisasi Aktif dan Pasif
Pengertian Imunisasi Aktif dan Pasif

Imunisasi aktif adalah suatu usaha untuk mendapatkan kekebalan tubuh pada ternak melalui pemberian antigen pada ternak sehingga ternak menanggapinya dengan meningkatkan tanggap kebal protektif berperantaraan sel atau antibodi atau keduaduanya. Pada imunisasi aktif, kekebalan tidak terbentuk secara cepat, namun sekali terbentuk akan bertahan lama dan terbentuk sel ingatan, sehingga memiliki kemampuan perangsangan ulang. Imunitas aktif bisa diperoleh melalui infeksi alami atau buatan dengan vaksinasi. Imunitas aktif bisa dirusak oleh sesuatu yang berdampak negatif terhadap sistim kebal humoral maupun seluler yang mengakibatkan hilangnya kemampuan tubuh ternak berespon terhadap antigen.

Advertisement

Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *