Pengertian antibiotik dan contoh

Antibiotik adalah sebuah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Antibiotik tidak berpengaruh pada infeksi virus.
Advertisement

Awalnya, antibiotik adalah zat yang diproduksi oleh salah satu mikroorganisme yang selektif menghambat pertumbuhan lain. Antibiotik sintetis, biasanya zat kimia yang berkaitan dengan antibiotik alami, telah diproduksi dengan menyelesaikan tugas-tugas yang sebanding dengan antibiotik alami.

Pada tahun 1926, Alexander Fleming menemukan penisilin, zat yang diproduksi oleh jamur yang muncul dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Pada tahun 1939, Edward Chain dan Howard Florey melanjutkan mempelajari penisilin dan kemudian dilakukan uji penisilin pada manusia (dengan apa yang dianggap infeksi bakteri yang fatal). Fleming, Florey dan Chain berbagi Hadiah Nobel pada tahun 1945 untuk pekerjaan mereka yang mengantarkan era antibiotik.

Antibiotik lain, misalnya, adalah tetrasiklin, agen spektrum luas efektif terhadap berbagai bakteri termasuk Hemophilus influenzae, Streptococcus pneumoniae, Mycoplasma pneumoniae, Chlamydia psittaci, Chlamydia trachomatis, Neisseria gonorrhea, dan banyak lainnya. Obat pertama dari keluarga tetrasiklin, klortetrasiklin, diperkenalkan pada tahun 1948.

Advertisement

Istilah “antibiotik,” diciptakan oleh Selman Waksman, awalnya digambarkan hanya antibiotik yang berasal dari organisme hidup, berbeda dengan “agen kemoterapi,” yang murni sintetik. Misalnya, ada antibiotik yang berasal dari jamur, seperti kelas penisilin. Saat ini, istilah “antibiotik” juga diterapkan terhadap antimikroba sintetik, seperti obat sulfa (obat yang mengandung sulfur). Kreativitas manusia dinyatakan dalam kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengolah agen alam dan mensintesis antibiotik baru. Antibiotik umumnya molekul kecil dengan berat molekul kurang dari dua ribu.

Tidak seperti pengobatan sebelumnya untuk infeksi, termasuk racun seperti striknin dan arsenik, antibiotik diberi label “peluru ajaib”: obat yang ditargetkan penyakit tanpa merugikan tuan rumah.

Antibiotik Sendiri sangat bervariasi dalam efektivitas mereka pada berbagai jenis bakteri. Efektivitas bervariasi dengan lokasi infeksi, kemampuan antibiotik mencapai lokasi infeksi, dan kemampuan bakteri untuk menolak atau menonaktifkan antibiotik. Beberapa antibiotik benar-benar membunuh bakteri (bakterisida), sedangkan yang lain hanya mencegah bakteri berkembang biak (bakteriostatik) sehingga sistem kekebalan inang dapat mengatasinya.

Antibiotik oral adalah pendekatan paling sederhana ketika efektif, dengan antibiotik intravena dicadangkan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotik kadang-kadang dapat diberikan secara topikal, seperti dengan tetes mata atau salep.


Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *