Contoh Bioteknologi Konvensional dan Modern

Bioteknologi dapat didefinisikan sebagai manipulasi sistem biologis yang dikendalikan dan secara sengaja (apakah sel-sel atau komponen sel hidup) untuk pembuatan secara efisien atau pengolahan produk yang berguna.
Advertisement

Fakta bahwa organisme hidup telah berevolusi seperti spektrum besar kemampuan biologis berarti bahwa dengan memilih organisme yang tepat adalah mungkin untuk mendapatkan berbagai macam zat, banyak yang berguna untuk manusia sebagai makanan, bahan bakar dan obat-obatan. Selama 30 tahun terakhir, ahli biologi telah semakin menerapkan metode fisika, kimia dan matematika untuk mendapatkan pengetahuan yang tepat, pada tingkat molekuler, bagaimana sel-sel hidup membuat zat ini.

Dengan menggabungkan pengetahuan yang baru diperoleh ini dengan metode teknik dan ilmu pengetahuan, apa yang muncul adalah konsep bioteknologi yang mencakup semua disiplin ilmu yang disebutkan di atas. Bioteknologi di bedakan menjadi 2 yaitu : bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.

a. Bioteknologi konvensional (tradisional)

Bioteknologi tradisional dilakukan tanpa di landasi prinsip-prinsip ilmiah, hanya berdasarkan pengalaman dahulu, umumnya belum dapat di produksi secara masal karena produknya hanya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Bioteknologi konvensional sering digunakan dalam pembuatan produk-produk makanan. Contohnya pembuatan tempe, tapai ketan, minuman beralkohol, yoghurt dan anti biotik. Ciri Bioteknologi konvensional belum melibatkan enzim tetapi menggunakan makhluk hidup secara langsung.

Advertisement

b. Bioteknologi Modern

Bioteknologi Modern adalah pemanfaatan organisme dalam tingkat seluler atau molekuler untuk menghasilkan barang dan jasa dalam sekala industri. Bioteknologi Modern dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip ilmiah berdasarkan pengkajian yang mendalam. Dapat di produksi secara masal, misalnya produk bir, roti, dan kecap. Contoh : kultur jaringan dan rekayasa genetika.

1. Kultur jaringan

Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan yang di dasarkan pada sifat totipotensi tumbuhan.

2. Rekayasa Genetika

Rekayasa Genetika adalah kegiatan manipulasi gen untuk mendapat produk baru dengan cara membuat DNA rekombinan (DNA yang urutannya telah di rekomendasikan sesuai keinginan) melalui penyisipan gen dengan plasmid sebagai vektornya. Agar DNA sesuai dengan keinginan maka harus dipotong terlebih dahulu dengan enzim restriksi. Potongan-potongan DNA disambung kembali dengan enzim ligase.
Rekayasa genetika dapat dilakukan melalui teknik plasmid, teknik hibridoma/fusi potoplasma terapi genetik, kloning.

Berikut ini merupakan beberapa contoh produk bioteknologi.

a. Bioteknologi Pengolahan Bahan Pangan

1. Pengolahan bahan makanan melalui fermentasi

Contohnya pembuatan anggur, wine, dan sake. Mikroorganisme yang berperan adalah Jamur Aspergillus (mengubah pati menjadi glukosa), jamur Saccharomyces (mengubah glukosa menjadi etanol), bakteri Acetobakter (mengubah etanol menjadi asam cuka) dan bakteri Methanobacterium (mengubah asam cuka menjadi metanol).

2. Protein sel tunggal (PST) dapat dibuat dari alga Chlorella, Spirulina, dan Scenedesmus. PST dari kapang berfilamen Fusarium gramineaum disebut mikoprotein.

b. Bioteknologi Pertanian

1. Tanaman Transgenik ialah tanaman yang telah di sisipi gen bakteri. Bakteri Bacillus thuringienis dapat menghasilkan endotoksin yang dapat meracuni serangga penyerang tanaman. Contoh : tanaman kapas Bt.

2. Tanaman yang dapat memfiksasi Nitrogen

Tanaman yang tidak memiliki simbion dengan bakteri di akar-akarnya untuk memfiksasi nitrogen disisipi gen nif yang dapt mengontrol fiksasi nitrogen.

c. Bioteknologi Peternakan

Bioteknologi dalam bidang peternakan telah menghasilkan hormon bovin somatotropin (BST) yaitu hormon pertumbuhan hewan. Hormon BST yang dijeksikan pada ternak dapat mendorong pertumbuhan sehingga ukurannya dapat mencapai 2 kali lipat. Selain itu, BST dapat meningkatkan produksi susu sapi.

d. Bioteknologi dalam bidang Kesehatan

1. Antibiotik merupakan zat kimia yang bersifat menghambat pertumbuhan atau merusak mikroorganisme lain. Zat ini dihasilkan oleh mikroorganisme terutama bakteri dan jamur.
2. Antibodi monoklonal terbentuk melalui teknikhibridoma. Antibodi ini dinamakan monoklonal karena berasal dari satu tipe sel, yaitu sel hibrid.
3. Vaksin ialah zat yang dapat membangun kekebalan dengan membentuk antibodi.

e. Bioteknologi dalam bidang pertambangan

Bakteri Thiobacillus ferooxidans di manfaatkan untuk melepaskan tembaga dari bijihnya. Bakteri ini juga dapat digunakan untuk mengekstrak mineral dan bijih yang berkadar rendah.

f. Bioteknologi bahan bakar alternatif

Ada dua jenis bahan bakar yang di produksi dari fermentasi limbah, yaitu gasohol dan biogas (metana). Gasohol dihasilkan dari fermentasi khamir pada gula tebu. Gasohol bersifat murah, dapat diperbaharui, dan tidak menimbulkan polusi.

Biogas merupakan gas yang berasal dari hasil fermentasi bahan-bahan organik (seperti limbah dapur, kotoran hewan, dan sisa-sisa pertanian) oleh bakteri, yaitu :

1. Bakteri fermentatif (Streptococci, Bacterioides).

2. Bakteri asetogenik (Kethanobacillus, Desulfovibro)

3. Bakteri metani (Methanobacterium, Methnobacillus, Methanococcus).

Advertisement

Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *