Ciri-ciri batuan plutonik

Batuan beku (igneous rock) terbentuk dari hasil pembekuan magma yang berbentuk cair dan panas. Magma tersebut mendingin dan mengeras di dalam atau di atas permukaan bumi (Bishop et al., 2007). Proses pembentukan batuan beku dapat dibedakan menjadi dua cara, ialah secara intrusif dan ekstrusif.
Advertisement

Batuan beku yang terbentuk dan hasil pembekuan cairan magma yang terjadi jauh di bawah permukaan tanah (di dalam tanah) disebut batuan beku intrusif contoh granit, diorit, dan gabro. sedangkan batuan beku yang terbentuk dari hasil pcmbekuan cairan magma yang terjadi di permukaan tanah disebut batuan beku ekstrusif contoh lava basalt, andesit, dan riolit (Goodman. 1993). Batuan beku yang terbentuk di luar kulit bumi melalui kegialan vulkanik disebut batuan vulkanik. sedangkan yang terbentuk di dalam kulit bumi disebut batuan plutonik.

Dalam bentuk pejal, formasi batuan ini relatif kedap atau tidak lolos air danoleh sebab itu tidak dapat menyimpan dan menghantarkan air, sehingga disebut sebagai akuifug atau perkebal (aquifuge).

Namun apabila formasi batuan ini mempunyai banyak rongga, celahan dan rekahan akibat proses pembentukan dan akibat gaya geologi, maka formasi batuan ini dapat bertindak sebagai formasi batuan pembawa air air akuifer.

Advertisement

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma pijar yang membeku menjadi padat. Terdiri dari tiga macam, yaitu batuan beku dalam, batuan beku gang atau korok, dan batuan beku luar.

Batuan plutonik (batuan beku dalam) adalah batuan yang terbentuknya berada jauh di dalam bumi (15-50 km). Karena letak pembentukannya dekat dengan astenosfer, maka pendinginan batuannya pun berjalan sangat lambat.

Akibatnya, bentuk batuan yang dihasilkannya besar-besar dan memiliki kristal-kristal sempurna dengan bentuk tekstur holokristalin (semua komposisi disusun oleh kristal sempurna). Ciri-ciri batuan plutonik pada umumnya secara mudah dapat dilihat dari ukuran butirnya, beberapa sifat atau ciri-ciri batuan plutonik adalah sebagai berikut.

a. Umumnya berbutir lebih kasar dibandingkan batuan ekstrusi.

b. Jarang memperlihatkan struktur visikular (mengandung lubang-lubang benda gas).

c. Batuan dapat mengubah batuan yang berbatasan pada semua sisinya.


Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *