Fungsi otot siliaris

Otot-otot siliaris berfungsi untuk menyesuaikan bentuk lensa sehingga memfokuskan mata. Mereka melekat pada zonules dari Zinn, yang pada gilirannya melekat pada lensa.
Advertisement

Kontraksi otot-otot siliaris mengendurkan zonules sehingga mereka tidak menarik begitu banyak pada lensa. Lensa menjadi bulat, dan mata bisa memfokuskan pada objek di dekatnya. Ketika otot-otot siliaris releks, para zonula menarik tepi lensa sehingga mereka menjadi datar dan tipis untuk penglihatan jauh. Menurut teori Hermann von Helmholtz, serat-serat otot siliaris melingkar mempengaruhi serat zonula pada mata (serat yang menahan lensa dalam posisi selama akomodasi), memungkinkan perubahan bentuk lensa untuk memfokuskan cahaya.

Ketika otot siliaris berkontraksi, itu menarik diri ke depan dan menggerakan wilayah frontal terhadap sumbu mata. Ini melepaskan ketegangan pada lensa yang disebabkan oleh serat zonula (serat yang memegang atau meratakan lensa).

Pelepasan ketegangan dari serat zonula menyebabkan lensa menjadi lebih bulat, beradaptasi dengan fokus jarak dekat. Sebaliknya, relaksasi otot siliaris menyebabkan serat zonula menjadi kencang, meratakan lensa, meningkatkan jarak fokus, meningkatkan fokus jarak jauh.

Advertisement

Meskipun teori Helmholtz telah diterima secara luas sejak tahun 1855, mekanisme yang masih tetap kontroversial. Teori alternatif akomodasi telah diusulkan oleh orang lain, termasuk L. Johnson, M. Tscherning, dan Ronald A. Schachar.


Facebook Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *